Disbuntarnak Polman Revitalisasi UPTD Breeding Center, Dorong Riset Peternakan Terpadu dan Pembibitan Unggul

Tamrin Labasa
23 Jan 2026 20:51
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Polman — Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Perkebunan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (Disbuntarnak) melakukan revitalisasi menyeluruh terhadap Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Breeding Center yang berlokasi di Desa Landi Kanusuang, Kecamatan Mapilli.

Revitalisasi ini ditandai dengan kegiatan kerja bakti bersama yang melibatkan jajaran Disbuntarnak Polman serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kecamatan Luyo, Mapilli, dan Bulo. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan fungsi strategis UPTD Breeding Center sebagai pusat penelitian dan pengembangan peternakan.

Fasilitas seluas 3,5 hektar yang berdiri sejak 2010 ini akan diarahkan kembali pada fungsi utamanya sebagai pusat breeding dan peningkatan mutu genetik hewan ternak, sekaligus menjadi wahana pembelajaran bagi tenaga teknis dan penyuluh.

Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Polman, Jumadil, menegaskan bahwa UPTD Breeding Center tidak boleh hanya berfungsi sebagai lokasi pemeliharaan ternak semata, melainkan harus menjadi laboratorium lapangan yang mampu melahirkan inovasi dan model peternakan modern.

“Fungsi utamanya adalah breeding (pembibitan) dan lahan ini untuk pembibitan. Tenaga teknis di peternakan harus mempelajari teknis perkembangbiakan dan pemeliharaan model baru di sini. Jadi, selain tempat belajar, penyuluh juga dapat ilmu dari sini untuk disebarkan ke petani,” kata Jumadil, Jumat (23/1/2026).

Lebih lanjut, Jumadil menjelaskan bahwa revitalisasi UPTD juga mencakup pengembangan riset berbasis Pertanian Terpadu atau Integrated Farming System. Dalam konsep ini, Disbuntarnak Polman tengah menguji integrasi antara peternakan sapi jenis Brahman dan sapi lokal dengan komoditas tanaman hortikultura.

Model yang dikembangkan mengedepankan siklus berkelanjutan, di mana limbah ternak diolah menjadi pupuk bagi tanaman palawija, sementara limbah pertanian dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak. Model ini diharapkan mampu menciptakan efisiensi biaya sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

“Ini adalah model yang kita kembangkan sebagai percontohan. Kita bikinkan dulu contoh konkretnya, kita buat rencana bisnisnya. Kapan bisa untung, bagaimana operasionalnya. Jika berhasil, petani tinggal meniru,” ungkapnya.

Selain pengembangan sapi sebagai komoditas utama, UPTD Breeding Center juga mulai melakukan diversifikasi penelitian dengan mengembangkan ternak berumur panen cepat seperti Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) dan kambing. Diversifikasi ini dilakukan untuk menemukan pola usaha tani yang paling adaptif dan menguntungkan bagi peternak lokal.

“Kita tidak lepas dari fungsi utama pembibitan sapi, tapi kita maksimalkan lahan untuk komoditi lain. Harapannya, UPTD ini bisa mencetak standar kualitas bibit dan teknis) yang nantinya bisa menyuplai kebutuhan pasar, termasuk untuk program Makan Bergizi Gratis,” jelas Jumadil.

Untuk menunjang keberlanjutan riset dan kegiatan breeding, Disbuntarnak Polman saat ini juga fokus membenahi infrastruktur pendukung, khususnya penyediaan air bersih yang sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem peternakan, terutama pada musim kemarau.

Revitalisasi UPTD Breeding Center ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam penguatan sektor peternakan Polewali Mandar berbasis riset, inovasi, dan pemberdayaan petani rakyat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x