

Kabareditorial.com, Gowa — Pengelolaan keuangan masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Banyak pelaku usaha yang menjalankan bisnis dengan baik, namun belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang rapi sehingga sulit mengetahui kondisi usaha secara akurat.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa STIE Ciputra Makassar melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui program edukasi dan pendampingan penyusunan laporan keuangan digital sederhana bagi UMKM OHDIMSUM yang berlokasi di Jalan Benteng Somba Opu, Desa Tamannyeleng, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Edukasi dan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Digital Sederhana sebagai Upaya Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Keuangan UMKM OHDIMSUM” ini bertujuan membantu pelaku usaha mengelola keuangan secara lebih tertata melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis spreadsheet.
Program tersebut dilaksanakan oleh tim mahasiswa yang terdiri atas Muh Syaiful Saputra sebagai ketua tim bersama Georger Everest Evan, Muh Wahyu Pratama, dan Farhan Fakhri. Kegiatan ini merupakan luaran dari mata kuliah Akuntansi Biaya yang dibimbing oleh dosen STIE Ciputra Makassar, Dr. St. Salmah Sharon, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS., CSRA.
Dalam kegiatan tersebut, tim mahasiswa tidak hanya memberikan materi mengenai pentingnya pencatatan keuangan, tetapi juga melakukan pendampingan langsung kepada pelaku usaha dalam menyusun laporan keuangan digital sederhana.

Laporan yang disusun meliputi pencatatan pemasukan dan pengeluaran harian, laporan operasional usaha, hingga laporan laba rugi yang dapat digunakan sebagai dasar dalam mengambil keputusan bisnis.
Ketua tim PKM, Muh Syaiful Saputra, mengatakan bahwa pencatatan keuangan yang baik merupakan fondasi penting dalam pengembangan UMKM. Menurutnya, banyak pelaku usaha yang fokus pada penjualan, namun belum memisahkan atau mendokumentasikan transaksi usaha secara sistematis.
“Berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan, pencatatan keuangan pada UMKM OHDIMSUM masih dilakukan secara sederhana sehingga kondisi keuangan usaha belum dapat terpantau secara maksimal. Melalui pendampingan ini, kami ingin membantu pelaku usaha memahami pentingnya laporan keuangan yang teratur dan mudah digunakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan spreadsheet dipilih karena lebih sederhana, mudah diakses, dan dapat digunakan secara mandiri oleh pelaku UMKM tanpa memerlukan aplikasi akuntansi yang kompleks.
Menurutnya, digitalisasi pencatatan keuangan menjadi langkah awal yang penting bagi UMKM untuk meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan usaha.
“Melalui pencatatan keuangan yang lebih teratur, pelaku UMKM dapat mengetahui kondisi usaha secara lebih jelas, memantau arus kas, mengendalikan biaya operasional, serta mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat dan terukur,” katanya.
Dalam sesi pendampingan, mahasiswa memberikan praktik langsung penggunaan spreadsheet mulai dari cara memasukkan data transaksi, mengelompokkan biaya operasional, hingga menghitung laba dan rugi usaha secara otomatis.
Pelaku UMKM juga diberikan format laporan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan usaha kuliner sehingga dapat diterapkan secara berkelanjutan setelah kegiatan pendampingan berakhir.
Kemampuan menyusun laporan keuangan merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan daya saing UMKM. Selain membantu pengambilan keputusan usaha, laporan keuangan yang baik juga menjadi syarat penting ketika pelaku usaha ingin mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan.
Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Sementara itu, pemilik UMKM OHDIMSUM menyambut positif program pendampingan tersebut. Kehadiran mahasiswa dinilai memberikan pengetahuan baru mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang sistematis dan berbasis digital.
Dengan adanya pendampingan ini, UMKM OHDIMSUM diharapkan mampu mengelola keuangan usaha secara lebih efektif, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat keberlanjutan usaha di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif.
Program ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM dapat menjadi salah satu strategi untuk mendorong percepatan transformasi digital usaha mikro di daerah.
![]()


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar