

Kabareditorial.com, Makassar — OJK Sulselbar bersama perbankan dan pelaku industri mendorong pengembangan komoditas kakao melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Kakao.
Program ini ditargetkan membantu ribuan petani di Sulawesi dan Maluku (Sulampua) meningkatkan produktivitas dan akses pembiayaan.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan Indonesia adalah produsen kakao terbesar ketiga dunia dengan 65% produksi berasal dari Sulampua.
“Sayangnya, ekspor kita masih didominasi bahan primer. Kami ingin mengubahnya menjadi produk bernilai tambah tinggi,” ujarnya.
Rencana implementasi PED Kakao mencakup kerja sama dengan PT MARS dan Bank BRI melalui skema supply chain financing. Pengepul akan menjadi agen BRIlink sekaligus penerima pembiayaan untuk menyalurkan modal ke petani mitra.
Selain itu, Bank Mandiri bekerja sama dengan PT Bumi Surya Selaras (BSS) untuk membiayai 7.406 petani kakao di Sulbar.
“Total ada potensi lebih dari 12 ribu petani yang akan terbantu akses pembiayaan,” jelas Muchlasin.
Program ini juga menjawab tantangan rendahnya akses pembiayaan petani kakao. Di Sulampua, hanya 7,81% petani yang menjadi debitur lembaga keuangan.
“Dengan skema ini, hambatan pembiayaan dapat diatasi,” katanya.
Muchlasin menegaskan bahwa keberhasilan program membutuhkan dukungan teknologi dan penerapan Good Agricultural Practices (GAP).
“Produktivitas yang menurun harus diatasi dengan teknologi dan tata kelola yang baik,” ujarnya.
OJK optimistis PED Kakao akan memperkuat daya saing ekspor kakao Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani. “Ini bukan hanya proyek ekonomi, tetapi juga misi sosial,” pungkasnya.


Tidak ada komentar