Polman Jadi Daerah Terbanyak Penyembelihan Hewan Kurban di Sulbar, Capai 1.506 Ekor

Mardianto
28 Mei 2026 17:44
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Polman — Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menjadi daerah dengan jumlah penyembelihan hewan kurban terbanyak di Provinsi Sulawesi Barat pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Kementerian Agama Sulawesi Barat, total hewan kurban di Kabupaten Polewali Mandar mencapai 1.506 ekor. Jumlah tersebut terdiri atas 1.393 ekor sapi dan 113 ekor kambing yang tersebar di sejumlah masjid dan titik penyembelihan di wilayah Polman.

Tingginya jumlah hewan kurban tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat untuk berkurban tetap tinggi meski kondisi perekonomian daerah tengah menghadapi tantangan.

Salah satu faktor meningkatnya minat masyarakat berkurban di Polman karena sistem pembayaran yang dinilai memudahkan warga. Sejumlah panitia kurban di masjid-masjid memberikan skema pembayaran secara mencicil, baik bulanan maupun saat musim panen bagi kalangan petani.

Panitia Kurban Bumi Rahayu Desa Campurjo, Kecamatan Wonomulyo, Sofyan, mengatakan tahun ini kelompoknya menyembelih sembilan ekor sapi kurban.

“Jumlahnya sama seperti tahun lalu, tetapi tahun ini ada warga yang berkurban sapi super jumbo dengan ukuran besar,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan penyembelihan kurban.

Menurut Sofyan, sebagian hewan kurban berasal dari keluarga, sementara lainnya merupakan hasil iuran tujuh orang untuk satu ekor sapi.

“Besaran iuran tergantung harga sapi. Rata-rata mulai Rp2,4 juta hingga Rp2,5 juta per orang. Pembayarannya bisa dicicil tiap bulan atau saat panen, tergantung kemampuan masyarakat yang ingin berkurban,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem pembagian daging kurban dilakukan secara merata dengan memperhitungkan berat karkas hewan.

“Daging dibagi tiga bagian. Sepertiga untuk peserta kurban, sepertiga untuk panitia dan operasional, serta sepertiga lainnya untuk fakir miskin,” katanya.

Khusus di Desa Campurjo, pembagian daging diprioritaskan untuk warga setempat. Jika masih terdapat kelebihan, daging kurban akan disalurkan ke desa tetangga.

“Rata-rata setiap kepala keluarga menerima sekitar satu kilogram daging. Tahun ini kami membagikan kepada sekitar 400 kepala keluarga, termasuk anak yatim piatu,” tambah Sofyan.

Ia berharap ke depan pelaksanaan kurban dapat berjalan lebih baik dan transparan sehingga semakin banyak masyarakat yang antusias untuk berkurban.

“Kami berharap masyarakat terus semangat berkurban karena ini bagian dari ibadah. Semoga membawa manfaat dan pahala bagi yang berkurban maupun yang menerima,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x