Industri Keuangan Nonbank Sulsel Melesat, Fintech P2P Lending Tumbuh 37,46 Persen

Mardianto
15 Agu 2025 15:26
2 menit membaca

kabareditorial.com, Makassar — Kinerja industri keuangan nonbank (IKNB) di Sulawesi Selatan mencatat pertumbuhan impresif pada semester I 2025. Outstanding pinjaman fintech peer-to-peer lending menembus Rp2,04 triliun, tumbuh 37,46% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menyebut fintech lending semakin diminati karena kemudahan akses dan proses yang cepat. “Fintech memberikan solusi pembiayaan bagi segmen yang belum sepenuhnya terjangkau bank, terutama UMKM dan pelaku usaha mikro,” jelasnya.

Sektor pergadaian juga mencatat lonjakan pembiayaan 29,55% menjadi Rp7,48 triliun. Sementara perusahaan modal ventura, dana pensiun, dan penjaminan menunjukkan pertumbuhan positif. Namun, sektor perasuransian mengalami tantangan dengan penurunan total premi sebesar 8,76% yoy dan klaim turun 16,99%.

Menurut Muchlasin, penurunan premi asuransi disebabkan oleh melemahnya permintaan dari sektor korporasi dan menurunnya daya beli sebagian masyarakat. “Ini menjadi perhatian kami agar industri asuransi tetap adaptif dan inovatif dalam menawarkan produk,” ujarnya.

OJK juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas pembiayaan fintech. Tingkat Wanprestasi (TWP) 90 hari harus dijaga agar tetap terkendali. “Kami minta penyelenggara memperkuat manajemen risiko, termasuk penilaian kelayakan kredit,” tegasnya.

Pertumbuhan IKNB di Sulsel diharapkan dapat menjadi penopang pembiayaan produktif. “Kami ingin pembiayaan dari sektor ini bukan hanya konsumtif, tetapi benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Muchlasin.

OJK akan terus memperkuat pengawasan dan kolaborasi dengan asosiasi industri untuk memastikan pertumbuhan yang sehat.

“Pertumbuhan cepat harus diiringi tata kelola yang baik,” pungkasnya.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x