

Kabareditorial.com, Makassar — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 menjadi momentum refleksi tidak hanya bagi generasi muda, tetapi juga bagi upaya menjaga memori kolektif bangsa. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kearsipan Kota Makassar, Fahyuddin, A.P., M.H., usai mengikuti upacara Hari Sumpah Pemuda yang digelar di halaman Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (28/10/2025).
Dengan mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini dinilai relevan dengan peran arsip sebagai penjaga sejarah dan identitas bangsa. Fahyuddin menegaskan bahwa nilai persatuan yang lahir dari Sumpah Pemuda 1928 tidak boleh hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga harus dirawat melalui dokumentasi dan pengelolaan arsip yang baik.
“Sumpah Pemuda adalah tonggak sejarah lahirnya kesadaran berbangsa dan bersatu. Nilai itu hidup sampai hari ini karena adanya arsip—dokumen, naskah, dan catatan sejarah—yang merekam perjuangan para pemuda saat itu,” ujar Fahyuddin.
Menurutnya, arsip memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan sejarah, sekaligus menjadi rujukan generasi muda untuk memahami perjalanan bangsa. Di era digital saat ini, tantangan pengelolaan arsip semakin kompleks, sehingga membutuhkan kesadaran bersama, khususnya dari kalangan pemuda.
“Arsip bukan hanya masa lalu, tetapi juga masa kini dan masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi arsip sejarah bagi generasi berikutnya. Karena itu, semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan dalam kesadaran menjaga arsip sebagai memori kolektif bangsa,” tambahnya.
Ia juga menilai kolaborasi lintas generasi, sebagaimana tercermin dalam tema Hari Sumpah Pemuda tahun ini, sejalan dengan upaya penguatan kearsipan. Peran pemuda dibutuhkan untuk berinovasi dalam pengelolaan arsip, sementara generasi sebelumnya menjadi penjaga nilai dan substansi sejarah.
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Kota Makassar berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran pemerintah kota, pelajar, serta perwakilan organisasi kepemudaan. Momentum ini diharapkan tidak hanya memperkuat semangat persatuan nasional, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya arsip sebagai bukti sejarah dan identitas bangsa Indonesia.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar