

Kabareditorial.com, Makassar – Empat pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Islam Athirah Bukit Baruga saling adu gagasan dalam debat terbuka yang digelar di Gymnasium sekolah, Jumat (31/10/2025). Suasana debat berlangsung hangat, sesekali diselingi tepuk tangan dan sorakan dukungan dari teman-teman seangkatan.
Keempat pasangan yakni Queen – Aqsa, Syakirah – Caca, Rani – Haura, dan Alya – Icha, berusaha meyakinkan siswa melalui visi dan program kerja yang mereka tawarkan. Ada yang menonjolkan inovasi digital di sekolah, ada pula yang menekankan kegiatan sosial dan penguatan budaya literasi.
Setiap pasangan tampil dengan gaya berbeda. Queen dan Aqsa tampil serasi dengan busana putih-hijau yang mencerminkan semangat khas Athirah, sementara pasangan lain menampilkan ciri masing-masing, dari seragam olahraga hingga busana kotak-kotak yang mencuri perhatian.
Debat ini menjadi panggung bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi publik. Pertanyaan-pertanyaan dari panelis, yang terdiri dari pimpinan sekolah dan guru, menantang para kandidat untuk berpikir cepat dan memberikan solusi nyata atas masalah-masalah di lingkungan sekolah.
Menurut Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Bakry momen seperti ini adalah bagian dari pendidikan karakter.
“Ini menjadi momentum bersejarah karena empat pasangan calon bertarung dalam satu periode pemilihan. Kami berharap debat ini memberikan ruang bagi siswa untuk belajar berdemokrasi dan memahami arti tanggung jawab dalam kepemimpinan,” ujarnya.
Ketua Panitia Pemilihan OSIS, Wiwi berharap seluruh siswa dapat menilai secara objektif sebelum memilih pada 3 November mendatang.
“Pemilihan ini bukan soal popularitas, tapi tentang siapa yang paling siap memimpin dan membawa perubahan,” katanya.
Masa tenang akan berlangsung selama akhir pekan, memberi waktu bagi siswa untuk mempertimbangkan pilihan mereka dengan matang. Setelah debat berakhir, banyak siswa masih membahas performa para kandidat, siapa yang paling meyakinkan, siapa yang paling berani menjawab, dan siapa yang paling dekat dengan realitas kehidupan sekolah.
Bagi SMA Islam Athirah Bukit Baruga, debat ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan latihan demokrasi yang nyata, tempat siswa belajar bahwa kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tapi tentang ide, tanggung jawab, dan keberanian untuk berbuat.


Tidak ada komentar