

Kabareditorial.com, Polman — Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap penyaluran bantuan bibit padi dari pemerintah pusat kepada kelompok tani di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jumat (23/5/2026).
Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan benih padi dari Kementerian Pertanian yang disalurkan melalui Dinas Pertanian dan Pangan Hortikultura Polewali Mandar benar-benar dimanfaatkan petani pada musim tanam tahun ini.
PPL Hikmawati bersama Derita turun langsung meninjau lokasi pembibitan milik Kelompok Tani Cinta Damai I di Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali.
Bibit yang disalurkan pemerintah terdiri dari beberapa varietas unggul, di antaranya Mekongga, Inpari 32, dan Ciherang.
Dalam kunjungan tersebut, PPL memastikan kondisi pembibitan berjalan baik dan siap ditanam sesuai jadwal musim tanam.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tingkat pertumbuhan bibit di kelompok tani tersebut mencapai sekitar 99 persen dengan usia tanaman empat hari.
Salah seorang petani, Agus, mengatakan bibit padi tersebut direncanakan akan ditanam saat berumur 18 hingga 20 hari.
Agus mengaku memiliki lahan garapan seluas dua hektare dan sebagian area akan menggunakan metode tabela atau tanam benih langsung.
Penyuluh Pertanian Lapangan, Hikmawati, berharap petani yang menerima bantuan bibit benar-benar memanfaatkan bantuan tersebut sesuai anjuran pemerintah.
“Kalau tidak mau menanam, lebih baik diberikan kepada petani lain yang siap menanam. Bantuan bibit ini akan terus dipantau sampai masa panen sesuai arahan pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau petani menggunakan benih bersertifikat yang telah melalui proses uji laboratorium guna mendapatkan hasil produksi yang lebih maksimal.
Menurutnya, penggunaan benih yang tidak bersertifikat berisiko menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang optimal dan berdampak terhadap hasil panen petani.


Tidak ada komentar