Pesyar, Katalis Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulsel

Kabareditorial.com, Makassar — Pekan Ekonkmi Syariah (PESYAR) 2024 secara resmi dibuka, Senin (25/03/2024). Kegiatan itu akan berlangsung dri 23 Maret hingga 1 April nanti.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda mengatakan Pesyar Sulsel 2024 akan diramaikan dengan empat kegiatan utama. Pertama, Syariah Fair yang dibuka pada 23 Maret 2024 atau yang menjadi pelaksanaan Trend Hijab Expo – IN2MF Sulsel.

“Kedua, Syariah Forum, dalam kegiatan ini akan digelar sejumlah talkshow. Mulai dari Talkshow Urgensi Sertifikasi Halal dan Giat Sulsel Sertifikasi Halal pada Rabu, 27 Maret 2024, kemudian Talkshow Manfaat Produk Keuangan Syariah, dan Talkshow Potensi dan Manfaat Implementasi Zona Kuliner Halal Aman dan Sehat (Khas) yang berlangsung pada Kamis, 28 Maret 2024,” kata Rizki dalam sambutannya.

Kegitan ketiga yang akan mewarnai Pesyar Sulsel 2024 yakni berbagai macam lomba. Seperti, Lomba Desain Busana Muslimah, Lomba Kaligrafi, Lomba Marawis, Lomba Video Dakwah, dan Lomba Video Tari Islami.

“Rangkaian kegiatan lainnya atau yang keempat adalah berbagai kegiatan hiburan untuk pengunjung,” katanya.

Selanjutnya, juga disediakan booth untuk konsultasi/pelayanan pengurusan sertifikasi halal oleh Halal Center dan BPPOM MUI untuk UMKM atau pelaku usaha yang ingin melakukan pengurusan sertifikasi halal.

Bank Indonesia melihat adanya sejumlah produk lokal yang berpotensi menjadi produk halal dengan nilai ekspor yang cukup besar.

Dengan demikian, Pesyar kata Rizki diharap dapat menjadi upaya konkrit dalam mendorong produk-produk lokal mengantongi sertifikasi halal hingga berpotensi menembus pasar global.

Program ini merupakan program tahunan BI sebagai upaya nyata dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan.

“Saat ini kondisi permintaan global terhadap produk ekonomi syariah terus menunjukkan peningkatan. Terdapat kurang lebih 2 miliyar populasi muslim di dunia telah menghabiskan 2,29 triliun US Dollar pada 2022 yg lalu untuk sektor makanan, farmasi, kosmetik, fashion, perjalanan dan rekreasi. Jumlah ini diklaim tumbuh 14,5 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” tambahnya.

Lanjut Rizki, ekspor produk halal Indonesia khususnya ke negara-negara yang bergabung dengan Organization Islami Corporation (OIC) juga mencatat nilai yang sangat tinggi. Dimana nilai ekspor produk halal Indonesia ke negara-negara OIC pada 2022 mencapai 13,4 miliar US Dollar.

“Kondisi tersebut membuka peluang bagi produk ekonomi syariah untuk Go Global dan pada akhirnya dapat mendukung pemulihan ekonomi secara nasional,” ujarnya.

Di Sulsel sendiri kata Rizki terdapat potensi produk lokal yang dapat terus didorong pasarnya menuju global. Salah satunya Kain Wastra yang saat ini digunakan sebagai bahan untuk produk fashion. Produk ini pun sangat berpeluang dalam menembus produk ekspor Indonesia ke pasar global.

“Apalagi pada level global, Indonesia pada peringkat keempat pada sektor modest fashion setelah Turki dan Malaysia di tahun ini. Makanya ini bisa kita dorong dengan lebih maksimal. Tak terkecuali pada kondisi halal food yang saat ini sudah berada para rangking kedua global,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan terus membutuhkan dukungan, sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak.

Sehubungan dengan itu perlu adanya jalinan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, pemuka agama, akademisi, media massa, dan seluruh elemen masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *