Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku Dorong UMKM Naik Kelas, Pelatihan Barista Buka Peluang Ekonomi Baru di Makassar

Mardianto
18 Sep 2026 21:57
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VI SulSelBarRa Maluku mendorong penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pelatihan keterampilan yang berorientasi pada peluang usaha.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Pemberdayaan UMKM melalui Pelatihan Barista yang digelar di Mall Nipah, Makassar, September 2026.

Pelatihan ini menyasar masyarakat yang ingin mengembangkan keterampilan di sektor industri kopi dan minuman. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dasar tentang kopi, tetapi juga mengikuti praktik yang dapat menjadi modal untuk membuka maupun mengembangkan usaha.

Dalam pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan alat dan bahan, dasar pembuatan kopi, teknik penyeduhan, pengoperasian peralatan barista, penyajian minuman, hingga standar kebersihan dan pelayanan pelanggan.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku, Pratikno, mengatakan peningkatan kapasitas menjadi salah satu kunci agar program pemberdayaan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih panjang.

“Pemberdayaan bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi bagaimana kita membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat menjadi modal untuk berkembang. Melalui pelatihan barista ini, kami berharap peserta dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk membuka peluang usaha maupun meningkatkan usaha yang telah dijalankan,” ujar Pratikno.

Menurutnya, keterampilan di bidang barista memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai model usaha, seiring berkembangnya bisnis kopi dan minuman di sejumlah daerah.

Pilihan usaha tersebut antara lain kedai kopi, gerai minuman, coffee corner, hingga layanan coffee catering untuk berbagai kegiatan.

Pelaksanaan pelatihan di Mall Nipah Makassar juga memberikan pengalaman yang lebih aplikatif bagi peserta. Selain praktik membuat minuman, peserta diperkenalkan dengan standar pelayanan yang dibutuhkan dalam industri makanan dan minuman atau food and beverage (F&B).

Pegadaian menilai peningkatan keterampilan masyarakat dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk menciptakan aktivitas ekonomi baru, khususnya bagi masyarakat yang ingin memulai usaha dengan skala mikro.

Melalui program tersebut, Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan produktif dan mampu mengubahnya menjadi peluang pendapatan.

Program pelatihan barista ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pegadaian yang diarahkan pada peningkatan kapasitas, kemandirian ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku menyatakan akan terus mengembangkan program pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi ekonomi daerah.

Dengan pendekatan tersebut, program TJSL diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi turut menciptakan kapasitas produktif dan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x