

Kabareditorial.com, Makassar — SMA Islam Athirah Bukit Baruga kembali mengadakan Leadership Camp 2025 sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penguatan kompetensi kepemimpinan bagi calon pengurus OSIS.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Ruang LEC ini dirancang untuk melatih para siswa memahami makna kepemimpinan secara utuh — bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang tanggung jawab, empati, dan kolaborasi.
Melalui berbagai sesi pelatihan dan simulasi, peserta diajak mengasah kemampuan berpikir visioner, mengelola emosi, berkomunikasi efektif, serta bekerja sama dalam tim. Para narasumber yang dihadirkan pun berasal dari berbagai latar belakang keahlian.
Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Bakry Liwang, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menumbuhkan karakter kepemimpinan yang seimbang antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
“Kami ingin peserta memahami bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang memberi perintah, tetapi tentang memberi arah dan teladan. Pemimpin sejati adalah mereka yang mampu mendengarkan, berempati, dan membawa timnya tumbuh bersama,” ungkapnya.
Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga, Mas Aman Uppi menekankan pentingnya membangun jiwa kepemimpinan yang berlandaskan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan semangat kolaboratif.
“Seorang pemimpin sejati bukan hanya mampu memimpin orang lain, tetapi juga mampu memimpin dirinya sendiri. Jadilah pemimpin yang memiliki visi, mampu memberi teladan, dan menebar manfaat bagi sesama,” jelasnya.
Kegiatan ini tidak hanya membekali peserta dengan teori, tetapi juga pengalaman langsung melalui berbagai simulasi dan refleksi kelompok. Peserta belajar menghadapi tantangan, menyusun solusi bersama, dan membangun kepercayaan diri dalam mengambil keputusan.
Leadership Camp 2025 menghadirkan sejumlah pemateri inspiratif dari berbagai bidang. Kegiatan ini menghadirkan Syamsu Alam, Kaprodi Bisnis Digital UNM, yang membahas Visioner Leadership. Narasumber berikutnya adalah Nashrunil Haq dari Habibul Qur’an Makassar yang menyampaikan materi tentang Emotional Intelligence. Irwani Pane, seorang trainer public speaking, membawakan sesi Affective Communication, sementara Nurwahyuni Indiardjo, Culture and Employer Branding Senior Officer, berbagi pengetahuan mengenai Planning Strategies.


Tidak ada komentar