NIPAH PARK Himpun 115 Kantong Darah, Lampaui Target di HUT ke-8

Mardianto
24 Apr 2026 13:58
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — NIPAH PARK kembali menegaskan perannya sebagai ruang publik yang berdampak sosial melalui kegiatan donor darah yang digelar di Main Atrium, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari ulang tahun ke-8 dengan total partisipasi 115 pendonor.

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia Kota Makassar ini melibatkan karyawan, tenant, hingga masyarakat umum. Dari target awal 100 kantong darah, kegiatan ini berhasil melampaui capaian dengan total 115 kantong darah yang selanjutnya akan disalurkan kepada pasien yang membutuhkan melalui jaringan PMI.

Operational Manager NIPAH PARK & Office, Andi Muhammad Imam Rafsanjani, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial, khususnya di sektor kesehatan.

“Donor darah adalah aksi sederhana namun berdampak besar. Kami ingin mendorong kesadaran bahwa kegiatan ini bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebutuhan darah di kota besar seperti Makassar cenderung tinggi setiap hari, sehingga partisipasi masyarakat menjadi faktor krusial dalam menjaga ketersediaan stok.

Seluruh peserta donor sebelumnya menjalani proses registrasi dan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis untuk memastikan kelayakan. Prosedur ini dilakukan guna menjamin keamanan pendonor sekaligus kualitas darah yang dihimpun.

Program donor darah ini merupakan agenda rutin Corporate Social Responsibility (CSR) yang secara konsisten dijalankan setiap tahun. Inisiatif tersebut menjadi salah satu kontribusi sektor swasta dalam mendukung pemenuhan kebutuhan darah yang tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan.

Sebagai bagian dari unit bisnis KALLA Property, NIPAH PARK terus mengembangkan program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain fungsi komersial, kawasan ini diarahkan menjadi ruang publik yang adaptif dan berkelanjutan.

“Ke depan, kami ingin terus memperluas dampak sosial dengan melibatkan lebih banyak pihak. Sinergi antara pelaku usaha, lembaga kesehatan, dan masyarakat sangat penting dalam memperkuat ketahanan sektor kesehatan,” tutup Imam.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x