Dari Putus Kuliah hingga Membangun Pabrik Kosmetik Pertama di Sulawesi Selatan

Mardianto
17 Mar 2022 12:13
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Keputusan besar kerap hadir dalam hidup seseorang, begitu pula bagi Nurlinda Dwi Sukti. Perempuan asal Takalar ini sempat meninggalkan bangku kuliah demi merintis usaha kosmetik.

Kini, setelah empat tahun merantau dan membangun bisnis di ibu kota, Dwi memilih pulang ke tanah kelahirannya untuk menciptakan perubahan.

Pabrik barunya, PT Citra Kosmetika Industri, akan berdiri di kawasan Kima, Kota Makassar. Ini bukan sekadar ekspansi bisnis, tetapi juga langkah nyata membuka peluang kerja bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

“Banyak yang kehilangan pekerjaan selama pandemi. Semoga kehadiran pabrik ini bisa membantu membangkitkan ekonomi,” ujar Dwi.

Dari Jakarta ke Makassar, Membangun Mimpi di Tanah Sendiri

Sejak 2018, Dwi telah mengelola pabrik kosmetik di Jawa dengan nama Affor Neo Jaya. Namun, seiring berkembangnya usaha, ia melihat peluang besar di kampung halaman.

“Dari pada terus menambah karyawan di Jawa, lebih baik membangun pabrik sendiri di Makassar. Selain mendekatkan produksi dengan konsumen, ini juga membuka kesempatan bagi tenaga kerja lokal,” jelasnya.

Dwi menyadari bahwa minat masyarakat Sulawesi terhadap kosmetik semakin tinggi. Selama ini, banyak pengusaha lokal harus memproduksi dan berkonsultasi di Jawa.

Kini, ia ingin menghadirkan solusi agar para pebisnis kosmetik bisa berkembang tanpa harus jauh-jauh ke Pulau Jawa.

Dwi tidak hanya berambisi membesarkan perusahaannya, tetapi juga ingin memberi dampak luas bagi masyarakat.

“Prinsip hidup saya bukan untuk kaya, tapi bagaimana bisa berkarya dan bermanfaat,” katanya.

Setiap keuntungan yang didapat, ia sisihkan untuk terus mengembangkan usahanya agar semakin banyak orang yang bisa mendapatkan pekerjaan.

Membangun pabrik kosmetik tentu bukan perkara mudah. Biaya produksi tinggi, regulasi ketat, dan tantangan industri menjadi bagian dari perjalanannya.

Namun, Dwi tidak gentar. Ia yakin, dengan kerja keras dan dedikasi, pabrik kosmetik pertama di Sulawesi Selatan ini akan menjadi tonggak sejarah bagi industri kecantikan di wilayah Timur Indonesia.

Tak hanya berhenti di kosmetik, Dwi juga memiliki visi jangka panjang untuk merambah dunia fashion, pertanian, dan perkebunan.

“Saya ingin memodernisasi budaya kita, sekaligus mendukung pengusaha lokal agar bisa bersaing di pasar nasional dan internasional,” pungkasnya.

Langkah Nurlinda Dwi Sukti adalah bukti bahwa keberanian untuk bermimpi dan mengambil keputusan besar dapat mengubah hidup, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi banyak orang di sekitarnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x