Ajbar Jalan Kaki Tinjau TMMD di Bulo, Puji Perjuangan TNI Bangun Jalan Desa Lenggo

Tamrin Labasa
17 Feb 2026 22:35
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Polman — Anggota DPR RI Komisi IV, Ajbar Abdul Kadir, mengapresiasi perjuangan prajurit Kodim 1402/Polman dalam pelaksanaan program TMMD ke-127 di Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Dalam kunjungannya ke lokasi pembangunan jalan menuju Desa Lenggo, Ajbar bahkan berjalan kaki di bawah terik matahari untuk melihat langsung pengerjaan rabat beton yang menjadi akses utama masyarakat.

Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Komandan Kodim 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin, yang dinilai cepat merespons keluhan warga Desa Lenggo terkait kondisi jalan yang selama puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan.

Menurut Ajbar, selama ini warga harus menempuh perjalanan panjang dan berat, bahkan pasien sakit maupun ibu hendak melahirkan kerap harus ditandu puluhan kilometer karena sulitnya akses transportasi.

“Dengan hadirnya TMMD ini, masyarakat Desa Lenggo sudah bisa bernapas lega. Ini bukti nyata kehadiran negara melalui TNI dalam membantu rakyat, baik melalui pembangunan fisik maupun nonfisik,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Ajbar didampingi Dandim 1402/Polman serta rombongan media, meninjau langsung pembangunan jalan rabat beton yang menjadi urat nadi mobilitas warga. Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang menyerap aspirasi masyarakat setempat.

Sebagai putra daerah Polewali Mandar yang kini duduk di DPR RI, Ajbar menegaskan komitmennya mendukung penuh program TMMD, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa terpencil.

Ia juga menyoroti aspirasi warga terkait ruas jalan sepanjang kurang lebih enam kilometer yang belum dapat dikerjakan maksimal karena berada di kawasan lindung. Ajbar berkomitmen akan mengupayakan solusi agar akses tersebut dapat dimanfaatkan sebagai jalur penghubung desa.

Sementara itu, Dandim 1402/Polman menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD di Kecamatan Bulo merupakan respons atas permintaan langsung warga Desa Lenggo yang sebelumnya datang ke kantor Kodim untuk mengadukan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan.

Menurutnya, sekitar 2.000 jiwa warga Desa Lenggo bergantung pada jalan tersebut sebagai satu-satunya akses menuju ibu kota kecamatan. Alternatif jalur lain membutuhkan waktu hingga empat jam perjalanan.

Ia berharap pemerintah daerah maupun provinsi dapat mengalokasikan anggaran lanjutan karena masih terdapat sekitar enam kilometer jalan menuju Desa Lenggo yang membutuhkan waktu tempuh hingga dua jam.

Dalam program TMMD ke-127 ini, sejumlah sasaran fisik dan nonfisik telah dilaksanakan, antara lain pembangunan rabat beton, plat deker, talud, penimbunan jalan, rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni, pembangunan lima sumur bor, lima MCK, pengecatan masjid, pembersihan jalan, serta pemberian makanan tambahan untuk pencegahan stunting.

Pelaksanaan TMMD melibatkan sekitar 150 personel gabungan TNI bersama masyarakat, dengan rata-rata 30 warga terlibat setiap hari dalam kegiatan gotong royong.

Program ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi keterisolasian Desa Lenggo sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x