Prodi KPI UIN Alauddin Bahas Pergembangan Kurikulum di FORDAKOM 2024

Dekan bersama Dosen FDK UIN Alauddin Makassar saat berada di FORDAKOM 2024 di Medan, Sumatera Utara. (Ist)
Dekan bersama Dosen FDK UIN Alauddin Makassar saat berada di FORDAKOM 2024 di Medan, Sumatera Utara. (Ist)

Kabareditorial.com, Medan – Sejumlah dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Alauddin Makassar mengikuti rangkaian Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi (FORDAKOM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seluruh Indonesia di Medan, Sumatera Utara yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 4 Mei 2024.

Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan tampil sebagai tuan rumah pelaksanaan FORDAKOM tahun ini. Opening Ceremony agenda tahunan ini berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (02/05/2024).

Wakil Dekan II FDK UIN Alauddin, Rahmawati Haruna mengatakan, pertemuan ini merupakan agenda tahunan yang mempertemukan para dosen dan pimpinan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) se-Indonesia.

“Kita tiap tahun ikuti, karena ini kan forum untuk FDK memang. Jadi ada banyak agenda yang kita bahas dalam forum ini,” kata Rahma.

Lebih jauh, Rahma menyebut, pertemuan ini tak hanya sebatas seremoni pertemuan unsur pimpinan Fakultas Dakwah PTKIN tapi juga mempertemukan antar program studi. Termasuk pertemuan Prodi KPI.

Pertemuan antar prodi KPI penting untuk melihat perkembangan industri penyiaran

Khusus Program Studi KPi, pertemuan antar prodi itu membahas pengembangan kualitas prodi, termasuk perubahan kurikulum sesuai kebutuhan dunia industri penyiaran hingga peluang kerjasama, baik dibidang pengembangan IPTEK dan penelitian.

“Salah satu agendanya bertemu jurusan KPI se-PTKIN untuk saling sharing berkaitan dengan perkembangan prodi, termasuk kurikulum, peluang Kerjasama, baik dibidang pengembangan iptek dan penelitian,” tukas mantan Ketua Prodi KPI itu.

Rahma menegaskan, penting bagi prodi KPI se-Indonesia untuk bertemu dan membahas terkait perkembangan kurikulum. Pasalnya, perubahan dan perkembangan industri penyiaran kini semakin pesat dan canggih.

“Oleh karena itu, ini penting kita bicara secara serius dan bersama. Terutama melihat perkembangan yang ada, apalagi dunia penyiaran saat ini, kontennya semakin beragam. Jadi kalua kita tidak sesuaikan, yah boleh jadi kurikulum kita sudah tertinggal,” tandas Rahmah.

Beberapa Prodi KPI yang hadir, yaitu dari UIN Mataram NTB, UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, UIN Alauddin Makassar, UIN Sunan Gunung Jati Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam Fordakom ini, juga dirangkaikan dengan International Conference yang menghadirkan narasumber ternama dari dalam dan luar negeri. Di antaranya adalah Dina Zaman dari IMAN Research, Malaysia; Dicky Sofjan, Ph.D dari Universitas Gadjah Mada, Indonesia; serta Prof. Frans Wijsen, MA dari Radboud University, Belanda.

Serta Sebanyak 31 artikel dari peneliti-peneliti di seluruh Indonesia diseminarkan dalam konferensi ini, menandai kolaborasi yang luas dan mendalam dalam pemikiran akademis di bidang dakwah dan komunikasi.

Selain itu, FORDAKOM juga menggelar kegiatan asosiasi program studi; Pengembangan Masyarakat Islam, Bimbingan Penyuluhan Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, dan Manajemen Dakwah. Dalam agenda asosiasi program studi dibahas agenda strategis untuk meraih akreditasi unggul dan memajukan program studi, seperti kurikulum hingga tracer studi.

FORDAKOM 2024 ditutup dengan pengumuman pemenang kompetisi ilmiah mahasiswa. Kompetisi dilakukan dalam bentuk lomba khutbah, presentasi, karya ilmiah dan sebagainya. Setelah penutupan, agenda FORDAKOM dilanjutkan dengan kegiatan city tour di Pulau Samosir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *