Kesbangpol Polman Gandeng Densus 88, PKK dan DWP Perkuat Pencegahan Radikalisme dari Lingkungan Keluarga

Mardianto
13 Jun 2026 18:57
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Polman – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Polewali Mandar bersama Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Tim Satgas Anti Teror Densus 88 Mabes Polri Wilayah Sulawesi Barat menggelar sosialisasi pencegahan paham radikalisme, intoleransi, ekstremisme, dan terorisme, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Polewali Mandar tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya dalam mendeteksi dan mencegah penyebaran paham radikal di lingkungan keluarga dan generasi muda.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Polewali Mandar, Koordinator Satgas Anti Teror Densus 88 Wilayah Sulbar, Kepala Badan Kesbangpol Polewali Mandar, Ketua Dharma Wanita Persatuan, staf ahli pemerintah daerah, pengurus PKK, kepala bidang terkait di Kesbangpol, serta perwakilan PKK kecamatan dan desa se-Kabupaten Polewali Mandar.

Dalam sosialisasi itu ditegaskan bahwa upaya pencegahan radikalisme paling efektif dimulai dari lingkungan keluarga. Karena itu, organisasi perempuan seperti PKK dan DWP dinilai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membangun ketahanan keluarga dari pengaruh paham intoleran dan radikal.

Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan perilaku anggota keluarga yang berpotensi terpapar paham radikal, termasuk melalui pengaruh media sosial. Pembinaan rutin dan edukasi dinilai menjadi langkah penting dalam mendeteksi dini berbagai bentuk penyimpangan yang dapat mengganggu kerukunan masyarakat.

Selain itu, kegiatan juga menekankan penguatan nilai budaya lokal Mandar, yakni Sipaqatau atau saling memanusiakan dan menghargai sesama, yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila serta moderasi beragama.

PKK dan DWP berkomitmen untuk terus menanamkan nilai kebangsaan, toleransi, dan pola asuh yang baik dalam keluarga sebagai benteng utama menghadapi berbagai paham yang bertentangan dengan ajaran agama maupun ideologi negara.

Melalui kegiatan tersebut juga dibangun jalur komunikasi antara kader PKK, DWP, tokoh agama, dan Kesbangpol Polewali Mandar. Jika ditemukan indikasi penyebaran paham intoleran atau radikal di lingkungan masyarakat, diharapkan dapat segera dilakukan pendekatan persuasif serta pelaporan sesuai mekanisme yang berlaku.

Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar berharap sinergi antara Kesbangpol, Densus 88, PKK, DWP, tokoh agama, dan masyarakat dapat semakin memperkuat wawasan kebangsaan serta menjaga keamanan, kedamaian, dan keutuhan NKRI di Bumi Tipalayo.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page