

Kabareditorial.com, Makassar — Sekolah Islam Athirah mengumumkan rencana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026. Total kuota yang akan dibuka sebanyak 1.101 kursi yang tersebar di tiga wilayah kampus, Kajaolaliddong (Wilayah 1), Bukit Baruga (Wilayah 2) dan Bone (Wilayah 3). Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 987 siswa.
Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, mengatakan bahwa peningkatan kuota ini merupakan bagian dari komitmen lembaga pendidikan yang telah berusia 41 tahun tersebut untuk memberikan akses pendidikan bermutu bagi lebih banyak siswa.
“Jadi yang kami siapkan tahun depan itu 1.021 kursi di Kajaolaliddong, kemudian kalau ditambah wilayah lain, termasuk di Bone, totalnya mencapai 1.101 kursi,” jelas Syamril dalam konferensi pers kawasan SIT Athirah Kajaolalido Makassar, Jumat (17/10).
Namun demikian, ia menegaskan bahwa beberapa wilayah masih menghadapi keterbatasan ruang kelas, terutama di Bukit Baruga.
“Kondisi di Bukit Baruga terus meningkat, tapi ada unit yang ruang kelasnya berkurang, jadi kuotanya ikut menurun. Misalnya SD di sana berkurang satu kelas karena keterbatasan ruang,” ungkapnya.
Sementara itu, di wilayah Bone, Sekolah Islam Athirah kini sudah menempati gedung baru setelah sebelumnya menumpang di lokasi lain.
“Alhamdulillah, di Bone sudah punya lokasi sendiri, dekat kawasan makam Raja-Raja Bone. Tahun ini sudah beroperasi mandiri dengan dua kelas untuk jenjang awal,” tutur Syamril.
Selain membahas kuota, Syamril juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pendidikan melalui konsep “Lima P” yang menjadi dasar pengembangan Sekolah Islam Athirah, yaitu Product, People, Process, Performance, dan Partnership.
Pada aspek produk, Athirah menjamin mutu melalui sistem ISO (International Standard Organization) yang memastikan proses pendidikan berjalan sesuai standar internasional.
“Kami sudah terakreditasi ISO, dan bulan November ini akan kembali diaudit. Ini bagian dari jaminan mutu internal dan eksternal yang kami jalankan,” terangnya.
Prestasi siswa juga terus menunjukkan hasil membanggakan. Salah satunya adalah raihan medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 tingkat SD, yang menjadi bukti konsistensi Sekolah Islam Athirah dalam menjaga kualitas akademik.
Selain itu, faktor people, yakni tenaga pendidik dan staf menjadi perhatian utama. Syamril menuturkan bahwa dari sekitar 700 guru dan tenaga kependidikan, seluruhnya diwajibkan membuat Individual Development Plan (IDP) setiap tahun untuk pengembangan diri.
“Setiap tahun guru kami harus merancang pengembangan diri, apakah lanjut studi, pelatihan, atau pengembangan kompetensi lain. Bahkan setiap semester mereka mendapat rapor kompetensi, bukan hanya siswa,” jelasnya.
Lebih jauh, Syamril menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut bermuara pada visi besar Sekolah Islam Athirah untuk melahirkan generasi unggul yang berkarakter Islami dan berdaya saing global.
“Visi kami jelas, membentuk insan pembelajar sepanjang hayat yang berakhlak mulia, cerdas, dan peduli. Kami ingin lulusan Athirah tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga memiliki karakter kuat, kepemimpinan, dan semangat melayani sesama,” ujar Syamril.
Dengan kombinasi peningkatan kapasitas, penjaminan mutu, dan penguatan karakter, Sekolah Islam Athirah optimistis PPDB 2026 akan menjadi momentum memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam unggulan di bawah naungan Yayasan Hadji Kalla tersebut.


Tidak ada komentar