SD Islam Athirah Makassar Asah Kepemimpinan Siswa Lewat Debat OPDIS

Mardianto
27 Feb 2026 15:28
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar – Pendidikan demokrasi tidak hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi dipraktikkan secara langsung oleh siswa SD Islam Athirah Makassar. Tiga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Peserta Didik Intra Sekolah (OPDIS) 2026 menguji gagasan dan kapasitas kepemimpinan mereka dalam debat terbuka yang digelar di Mini Teater sekolah, Jumat (27/2/2026).

OPDIS di tingkat sekolah dasar difungsikan sebagai laboratorium kepemimpinan. Prosesnya berlangsung sistematis, mulai dari seleksi melalui tes tertulis dan wawancara, penetapan calon, kampanye, debat publik, hingga pemungutan suara yang dijadwalkan pada 4 Maret 2026 mendatang.

Debat menghadirkan empat panelis, yakni Kepala Sekolah, Ketua OPDIS 2025 Nafisah Azzahra Achsan, Ketua OSIS SMP Islam Athirah Makassar Riska Nuruh Azizah, dan Ketua OSIS SMA Islam Athirah Makassar Galuh Intan. Keterlibatan pengurus OSIS lintas jenjang memperlihatkan kesinambungan pembinaan kepemimpinan di lingkungan Sekolah Islam Athirah.

Pelaksanaan debat dilakukan secara hybrid. Siswa kelas 1–3 mengikuti melalui Zoom dari kelas, sementara kelas 4–6 hadir langsung di lokasi. Skema ini memastikan seluruh siswa menyaksikan dan memahami tahapan demokrasi secara utuh.

Rangkaian kegiatan diawali pemaparan visi dan program kerja, dilanjutkan sesi tanya jawab panelis serta adu argumen antar kandidat yang berlangsung dinamis. Masing-masing pasangan menutup dengan pernyataan komitmen, kemudian menandatangani deklarasi pemilu damai sebagai penegasan sportivitas. Sejak itu, masa tenang resmi dimulai.

Pembina OPDIS SD Islam Athirah Makassar, Dewi Setyowaty, menegaskan bahwa debat menjadi sarana pembelajaran karakter yang konkret.

“Kegiatan ini melatih siswa berpikir kritis, berani menyampaikan pendapat, dan menghargai perbedaan. Sikap demokratis harus dibangun sejak dini melalui pengalaman nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberanian tampil, kemampuan menyampaikan gagasan, serta kerja sama tim merupakan kompetensi yang dibentuk melalui proses dan interaksi langsung, bukan sekadar teori. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi yang tangguh dan bertanggung jawab.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x