Tingkatkan Daya Saing Produk Ekspor, Barantin-Unhas Teken MoU Kolaboratif

Mardianto
23 Jun 2025 21:43
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) menandatangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan kekarantinaan, upaya pengawasan keamanan dan perlindungan sumber daya alam hayati pertanian dan perikanan di kawasan timur Indonesia.

“Balai Besar kami di Sulawesi Selatan yang merupakan ‘hub’ bagi kawasan tengah dan timur wilayah Indonesia. Kami mengawal kelancaran arus lalu lintas sekaligus kesehatan dan keamanannya,” kata Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean saat melakukan penandatanganan di Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin, Senin (23/6).

Sahat juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Universitas Hasanuddin atas semangat kolaboratif dalam membangun kerja sama.

Dari data lalu lintas ekspor komoditas pertanian dan perikanan, tercatat adanya peningkatan yang signifikan pada semester I tahun 2025 dibandingkan tahun 2024, khususnya untuk komoditas perikanan sebanyak dua kali lipat dan komoditas pertanian tercatat kenaikan 75% baik hewan maupun tumbuhan.

“Untuk itu guna mendorong peningkatan dan percepatan diperlukan dukungan akademisi dalam melahirkan inovasi teknologi guna menjamin keamanan produk yang disertifikasi karantina yang pada akhirnya dapat meningkatkan keberterimaan dan daya saing produk nasional di pasar global. Selain itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi juga diperlukan untuk mengkaji kebijakan dengan dasar ilmiah yang sahih,” jelas Sahat lagi.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama hari ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara ilmu pengetahuan dan kebijakan publik adalah kunci untuk menjawab tantangan ke depan, tambah Sahat lagi.

Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, pada kesempatan yang sama juga menyampaikan apresiasinya atas kerja sama ini. “Mari kita jadikan Unhas sebagai kampus percontohan dalam membangun ekonomi dari Timur Indonesia,” ujarnya.

Kerja sama ini akan difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia, penelitian, dan pengembangan teknologi di bidang keanekaragaman hayati, serta pemanfaatan sarana-prasarana secara kolaboratif.

Sebagai implementasi, pada saat yang sama, Sekretaris Barantin, Shahandra Hanintiyo menandatangi perjanjian kerjasama dengan 4 (empat) fakultas sekaligus, masing-masing Fakultas Pertanian, Ilmu Kelautan dan Perikanan, Kedokteran khususnya Program Studi Kedokteran Hewan dan MIPA.

“Dengan sinergi yang kuat, kita dapat melahirkan inovasi iptek di bidang karantina demi pembangunan yang berkelanjutan, khususnya untuk wilayah timur Indonesia,” tutup Sahat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x