Pegawai dan Pensiunan Jadi Kelompok Paling Inklusif, Petani Masih Tertinggal

Mardianto
3 Mei 2025 01:12
1 menit membaca

Kabareditorial.com, Jakarta — Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, kelompok pegawai, profesional dan pensiunan serta purnawirawan tercatat sebagai segmen masyarakat paling melek keuangan dan paling inklusif.

Kelompok pegawai memiliki indeks literasi 85,80 persen dan inklusi 95,11 persen, sedangkan pensiunan mencatat literasi 74,11 persen dan inklusi sempurna 100 persen.

Sebaliknya, kelompok petani atau peternak dan nelayan masih tertinggal jauh dengan literasi hanya 58,87 persen dan inklusi 69,40 persen. Kelompok tidak atau belum bekerja bahkan lebih rendah, dengan literasi 49,36 persen dan inklusi 64,82 persen.

Deputi BPS, Ateng Hartono, menilai rendahnya indeks di sektor agraris disebabkan keterbatasan akses lembaga keuangan formal dan minimnya edukasi finansial di wilayah perdesaan.

OJK berencana memperluas kerja sama dengan perbankan dan fintech untuk memperkenalkan produk keuangan sederhana dan terjangkau bagi petani dan nelayan.

“Jika sektor pertanian bisa terhubung dengan lembaga keuangan formal, dampaknya akan besar bagi ekonomi daerah,” kata Friderica.

Langkah tersebut sejalan dengan strategi nasional keuangan inklusif yang menempatkan sektor produktif berbasis desa sebagai prioritas utama menuju inklusi keuangan yang merata di seluruh Indonesia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x