

KABAREDETORIAL.COM – Telkom Regional 5 melalui brand Indibiz Kawasan Timur Indonesia (KTI) kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung ekosistem digital dan keberlanjutan.
Melalui webinar edukatif bertajuk Just on Indibiz Insight, Indibiz menantang generasi muda untuk mengubah ide kreatif menjadi solusi nyata lewat tema strategis: “How to Turn Ideas into Impactful Green Solutions with AI”.
Diselenggarakan secara daring pada Sabtu (6/12/2025), acara ini berhasil menyedot antusiasme 164 peserta yang terdiri dari mahasiswa, penggiat startup, hingga technopreneurs dari berbagai pelosok daerah di Indonesia Timur.
Webinar ini bukan sekadar diskusi biasa, melainkan momentum pembuka bagi rangkaian Business Idea Competition (BIC) 2025. Program ini dirancang sebagai ruang inkubasi strategis bagi talenta muda untuk mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) ke dalam model bisnis yang ramah lingkungan.
“Melalui Just on Indibiz Insight, kami ingin peserta tidak hanya paham secara konsep, tapi juga memiliki panduan praktis. Mulai dari merumuskan gagasan hingga siap mempresentasikannya di panggung kompetisi,” tulis manajemen Indibiz KTI dalam keterangannya, yang diterima Kamis (18/12/2025).
Dua pakar dari Telkom Indonesia dihadirkan untuk memberikan perspektif mendalam dari sisi keberlanjutan dan teknologi.
Dian Lestari, dari Environment Development Social Responsible Center Telkom Indonesia, menekankan bahwa esensi dari inovasi hijau adalah dampak nyata.
“Program yang baik itu bukan cuma terlihat keren, tapi benar-benar membawa perubahan signifikan. Dampaknya harus mampu mengubah kebiasaan masyarakat dan menyelesaikan masalah lingkungan langsung dari akarnya,” tegas Dian.
Sementara itu, Arnold Parlindungan, Manager Performance, Risk Management, & QoS Telkom Indonesia, membedah bagaimana AI mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi bisnis. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi tetap membutuhkan sentuhan manusia.
“AI tidak 100 persen sempurna. Kolaborasi menjadi kunci; manusia berfokus pada ide dan inovasi, sementara AI membantu mempercepat proses pencapaian tujuan tersebut,” jelas Arnold.
Melalui inisiatif ini, Telkom Regional 5 berharap lahirnya bibit-bibit inovator baru dari Kawasan Timur Indonesia yang mampu menciptakan solusi hijau yang aplikatif dan berdaya guna. Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para peserta untuk bersinar di ajang BIC 2025 dan berkontribusi langsung pada kelestarian bumi melalui teknologi.
Dorong Inovasi Hijau, Indibiz KTI Ajak Technopreneur Muda Taklukkan Tantangan Lingkungan dengan AI
MAKASSAR – Telkom Regional 5 melalui brand Indibiz Kawasan Timur Indonesia (KTI) kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung ekosistem digital dan keberlanjutan.
Melalui webinar edukatif bertajuk Just on Indibiz Insight, Indibiz menantang generasi muda untuk mengubah ide kreatif menjadi solusi nyata lewat tema strategis: “How to Turn Ideas into Impactful Green Solutions with AI”.
Diselenggarakan secara daring pada Sabtu (6/12/2025), acara ini berhasil menyedot antusiasme 164 peserta yang terdiri dari mahasiswa, penggiat startup, hingga technopreneurs dari berbagai pelosok daerah di Indonesia Timur.
Webinar ini bukan sekadar diskusi biasa, melainkan momentum pembuka bagi rangkaian Business Idea Competition (BIC) 2025. Program ini dirancang sebagai ruang inkubasi strategis bagi talenta muda untuk mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) ke dalam model bisnis yang ramah lingkungan.
“Melalui Just on Indibiz Insight, kami ingin peserta tidak hanya paham secara konsep, tapi juga memiliki panduan praktis. Mulai dari merumuskan gagasan hingga siap mempresentasikannya di panggung kompetisi,” tulis manajemen Indibiz KTI dalam keterangannya, yang diterima Kamis (18/12/2025).
Dua pakar dari Telkom Indonesia dihadirkan untuk memberikan perspektif mendalam dari sisi keberlanjutan dan teknologi.
Dian Lestari, dari Environment Development Social Responsible Center Telkom Indonesia, menekankan bahwa esensi dari inovasi hijau adalah dampak nyata.
“Program yang baik itu bukan cuma terlihat keren, tapi benar-benar membawa perubahan signifikan. Dampaknya harus mampu mengubah kebiasaan masyarakat dan menyelesaikan masalah lingkungan langsung dari akarnya,” tegas Dian.
Sementara itu, Arnold Parlindungan, Manager Performance, Risk Management, & QoS Telkom Indonesia, membedah bagaimana AI mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi bisnis. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi tetap membutuhkan sentuhan manusia.
“AI tidak 100 persen sempurna. Kolaborasi menjadi kunci; manusia berfokus pada ide dan inovasi, sementara AI membantu mempercepat proses pencapaian tujuan tersebut,” jelas Arnold.
Melalui inisiatif ini, Telkom Regional 5 berharap lahirnya bibit-bibit inovator baru dari Kawasan Timur Indonesia yang mampu menciptakan solusi hijau yang aplikatif dan berdaya guna. Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para peserta untuk bersinar di ajang BIC 2025 dan berkontribusi langsung pada kelestarian bumi melalui teknologi.


Tidak ada komentar