OJK Optimis Budidaya Pisang Cavendish di Sulsel Jadi Peluang Menjanjikan

Kabareditorial.com, Badung Bali — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung program budidaya pisang Cavendish yang kini digaungkan Pemprov Sulsel. OJK optimis budidaya Cavendish bisa menjadi peluang yang baik untuk meningkatkan penghasilan masyarakat.

Pisang Cavendish adalah salah satu varietas pisang yang populer secara komersial karena daya tahan yang baik selama pengangkutan serta permintaan pasar yang tinggi.

Kepala OJK Sulselbar Darwisman menagatakan permintaan pasar yang konsisten terhadap pisang Cavendish membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi petani. Meningkatkan produksi dan kualitasnya dapat membantu petani untuk mendapatkan pendapatan yang lebih baik.

“Apabila budidaya pisang berlangsung secara konsisten, hal tersebut dapat menjadi sumber pasokan buah yang stabil di pasar lokal. Dengan demikian, dapat mengurangi fluktuasi harga dan membantu menjaga inflasi tetap rendah untuk produk-produk buah-buahan,” kata Darwisman dalam pemaparannya di Media Gathering di Badung, Bali.

Selain menjual buah mentah, potensi dari hasil budidaya pisang Cavendish kata Darwisman adalah masyarakat juga dapat mencari peluang untuk menghasilkan produk turunan, seperti makanan olahan atau produk lainnya untuk menambah nilai jual.

“Budidaya pisang dapat memberikan sumber pendapatan yang stabil bagi petani lokal. Hal tersebut dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran di daerah pedesaan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat yang bergantung pada pertanian,” tambahnya.

Namun, ada juga beberapa faktor risiko yang perlu dipertimbangkan, seperti fluktuasi harga pasar, ancaman penyakit tanaman dan ketergantungan pada satu komoditas.

Karena itu, diversifikasi usaha pertanian atau kombinasi dengan komoditas lain juga penting untuk mengurangi risiko dan meningkatkan keberlanjutan pendapatan masyarakat.

“Pisang diproyeksikan dapat dipanen sepanjang tahun, sehingga menjadi sumber pangan yang stabil di berbagai musim. Tapi ingat, ada risiko-risiko yang perlu diantisipasi,” tukasnya.

Dari sisi pembiayaan, penyaluran kredit di sektor pertanian di Provinsi Sulawesi Selatan per September 2023 relatif masih rendah yaitu sebesar Rp12,05 triliun atau hanya 7,89% dari total kredit perbankan di Sulsel yaitu sebesar Rp152,75 triliun.

“Namun menunjukkan perkembangan pada setiap tahunnya. Hal tersebut menunjukan bahwa Sulawesi Selatan memiliki potensi pasar penyaluran kredit sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan yang cukup besar,” tutup Darwisman.

Sebelumnya, OJK dan Pemprov Sulsel menyepakati untuk mendorong implementasi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang dicanangkan OJK Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).

Bahkan, Kepala OJK Sulselbar Darwisman menjadi Ketua Satgas Pisang Sulsel. Ia diberi tugas untuk membangun ekosistem budidaya pisang di Sulsel, mengikhtiarkan menanam satu miliar pohon pisang pada lahan terlantar 500 ribu hektar selama satu tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *