

Kabareditorial.com, Makassar — Universitas Hasanuddin resmi memasuki fase lanjutan transformasi setelah Jamaluddin Jompa dilantik kembali sebagai rektor untuk periode 2026–2030, Senin (27/4). Periode kedua ini diarahkan untuk mempercepat lompatan global kampus, dengan menitikberatkan pada kolaborasi riset, internasionalisasi, dan penguatan tata kelola.
Dalam pidatonya, Jamaluddin Jompa menegaskan kepemimpinan bukan kerja individu, melainkan kerja kolektif seluruh sivitas akademika. Ia mengibaratkan peran rektor sebagai nakhoda kapal besar yang harus mampu menjaga arah di tengah dinamika perubahan.
Ia juga menyinggung fase awal kepemimpinannya pada 2022 yang beririsan dengan masa transisi pascapandemi COVID-19. Menurutnya, periode tersebut menjadi momentum penting bagi Unhas dalam mengakselerasi adaptasi sistem pembelajaran, tata kelola kerja, hingga inovasi akademik.
“Ketangguhan sivitas akademika diuji pada masa itu, dan kita mampu melewatinya dengan inovasi,” ujarnya.
Sejumlah capaian diklaim menjadi fondasi penguatan institusi. Di sektor akses pendidikan, lebih dari 39.900 mahasiswa telah menerima beasiswa sejak 2022, dengan proporsi penerima saat ini mencapai 28 persen—melampaui standar minimal nasional sebesar 20 persen.
Pada aspek sumber daya manusia, pengangkatan 730 pegawai tetap pada 2025 disebut sebagai langkah strategis memperkuat stabilitas organisasi. Selain itu, 393 pegawai lainnya telah memperoleh kepastian status administratif.
Memasuki periode kedua, fokus diarahkan pada penguatan reputasi global melalui ekosistem riset kolaboratif. Hingga kini, Unhas telah membentuk 315 Thematic Research Group (TRG) yang melibatkan 1.523 peneliti internal dan 532 mitra internasional dari 77 negara.
Ke depan, Unhas menargetkan pengiriman sekitar 500 dosen untuk studi lanjut ke luar negeri serta menghadirkan 200 visiting scholars. Mobilitas mahasiswa juga akan diperluas melalui program double degree, joint degree, dan credit earning.
Selain itu, peningkatan jumlah mahasiswa asing ditargetkan mencapai 2 persen dari total mahasiswa, seiring optimalisasi jejaring alumni untuk memperkuat daya saing lulusan di tingkat global.
Menutup pidatonya, Jamaluddin Jompa mengajak seluruh elemen kampus menjaga ritme transformasi.
“Dari Timur Indonesia, akan terbit matahari ilmu pengetahuan yang menerangi peradaban,” tegasnya.


Tidak ada komentar