KKN Unhas Gelar Program SIGAP di SDN 69 Sikapayya, Tanamkan Disiplin dan Taat Aturan Sejak Dini

Mardianto
7 Agu 2026 14:40
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Maros — Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) membawa edukasi kedisiplinan ke SDN 69 Sikapayya, Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, melalui program SIGAP (Siswa Gemar Aturan dan Perilaku Positif).

Program tersebut dilaksanakan Muh Alfa Rheza, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Unhas, sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa.

SIGAP menyasar siswa sekolah dasar dengan materi sederhana tentang pentingnya menaati aturan, bertanggung jawab, dan membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Alfa menjelaskan, pendidikan karakter tidak cukup hanya melalui teori di dalam kelas. Anak-anak perlu dibiasakan mengenal aturan dan menerapkannya melalui tindakan sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka.

Dalam kegiatan itu, siswa diajak memahami perbedaan antara sikap taat dan aturan. Taat dijelaskan sebagai kemauan untuk mematuhi ketentuan tanpa harus dipaksa, sementara aturan merupakan kesepakatan yang dibuat untuk menciptakan kehidupan yang tertib, aman, dan nyaman.

Materi kemudian diarahkan pada berbagai situasi yang mereka temui setiap hari, mulai dari lingkungan rumah hingga sekolah.

Siswa diajak mendiskusikan pentingnya datang tepat waktu, mengenakan seragam sesuai ketentuan, mendengarkan guru saat belajar, tidak menyontek, menjaga kebersihan kelas, menghormati teman, hingga membantu orang tua di rumah.

Pendekatan tersebut membuat kegiatan tidak berlangsung satu arah. Siswa diberi ruang untuk bertanya, menjawab pertanyaan, dan menceritakan pengalaman mereka terkait aturan yang berlaku di rumah maupun di sekolah.

Suasana semakin interaktif ketika sesi kuis digelar. Sejumlah siswa tampak antusias menjawab pertanyaan yang diberikan dan menyampaikan pendapat mengenai perilaku yang mencerminkan sikap disiplin dan bertanggung jawab.

Menurut Alfa, kebiasaan disiplin perlu dibangun sejak usia sekolah karena karakter tidak terbentuk secara instan.

“Karakter dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus. Karena itu, anak-anak perlu memahami bahwa menaati aturan bukan sekadar karena takut mendapat teguran, tetapi karena aturan membantu kita hidup lebih tertib dan menghargai orang lain,” jelasnya.

Melalui SIGAP, siswa juga diajak melihat bahwa disiplin tidak hanya berlaku ketika berada di sekolah. Sikap tersebut perlu dibawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Kebiasaan sederhana seperti merapikan tempat tidur, belajar sesuai jadwal, membantu orang tua, menjaga kebersihan, berkata jujur, dan menghormati orang lain menjadi bagian dari pembentukan karakter yang dapat dilakukan sejak dini.

Program ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN Unhas dalam mendukung pendidikan karakter di Desa Minasa Upa. Edukasi tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan yang dapat membentuk perilaku siswa dalam jangka panjang.

Melalui kegiatan tersebut, siswa SDN 69 Sikapayya diharapkan tidak hanya mengetahui aturan, tetapi mampu memahami alasan di balik aturan dan membiasakan diri menerapkannya.

Dengan demikian, SIGAP diharapkan menjadi langkah kecil untuk membangun lingkungan sekolah yang lebih tertib dan nyaman sekaligus menumbuhkan generasi yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan mampu menghargai orang lain.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page