

Kabareditorial.com, Makassar — Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin menggelar kuliah umum internasional dengan menghadirkan dua akademisi dari Malaysia, yakni Norashikin Mohd. Fauzi dari Universiti Malaysia Kelantan serta Wahizatul Afzan Azmi dari Universiti Malaysia Terengganu.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (5/3) di Aula Lantai 1 Fakultas Kehutanan Unhas ini secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Kehutanan A. Mujetahid.
Dalam sambutannya, Mujetahid menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada kedua narasumber internasional yang hadir untuk berbagi wawasan dan pengalaman akademik dengan sivitas akademika fakultas.
Menurutnya, kehadiran akademisi internasional tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas perspektif mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan global sekaligus membuka peluang kolaborasi riset di bidang kehutanan, serangga, dan ekologi.
Dalam pemaparannya, Norashikin Mohd. Fauzi membahas hubungan antara serangga dan mikroplastik di lingkungan. Ia menjelaskan bahwa mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang kini semakin banyak ditemukan di berbagai kompartemen lingkungan, baik di daratan maupun perairan.
Mikroplastik tersebut dapat berasal dari sumber primer maupun sekunder dan berpotensi mencemari ekosistem secara luas.
Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa serangga dapat berinteraksi langsung dengan mikroplastik melalui proses konsumsi, akumulasi dalam tubuh, hingga kemungkinan degradasi plastik oleh beberapa spesies tertentu.
Hal ini menunjukkan bahwa serangga tidak hanya berperan sebagai indikator pencemaran lingkungan, tetapi juga memiliki potensi dalam memengaruhi siklus mikroplastik secara biologis di alam. Oleh karena itu, penelitian lanjutan serta metode identifikasi yang lebih akurat masih sangat dibutuhkan untuk memahami dampak mikroplastik terhadap ekosistem.
Sementara itu, Wahizatul Afzan Azmi memaparkan materi mengenai aplikasi polinator biologis dan teknologi in vitro pada ratu lebah kelulut. Ia menjelaskan bahwa ratu kelulut memiliki peran penting dalam memimpin koloni serta mengatur sistem reproduksi dalam kelompok lebah.
Penelitian tersebut juga membahas perkembangan larva ratu, perbedaan karakteristik antara lebah pekerja, lebah jantan, dan ratu, hingga proses seleksi jantan berkualitas tinggi yang akan dikawinkan dengan ratu guna menghasilkan koloni yang sehat dan produktif di lapangan.
Di akhir kegiatan, Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni Fakultas Kehutanan Unhas, Syahidah, mengajak mahasiswa untuk mulai meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai.
Ia mendorong mahasiswa melakukan langkah sederhana seperti menggunakan tumbler sebagai bagian dari dukungan terhadap program fakultas bebas plastik sekaligus memperkuat komitmen menuju Zona Integritas.
Kuliah umum internasional tersebut ditutup dengan sesi diskusi dan foto bersama antara narasumber dan peserta kegiatan.


Tidak ada komentar