Dua Guru Besar Unibos Perkuat Jejaring Profesor, API Makassar Konsolidasikan Kepemimpinan dan Kelembagaan

Mardianto
28 Agu 2026 06:17
4 menit membaca

 

Makassar – Forum para profesor dari berbagai perguruan tinggi kembali menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mengonsolidasikan keberadaan Asosiasi Profesor Indonesia (API) di Sulawesi Selatan. Momentum tersebut berlangsung dalam Pertemuan dan Silaturahmi Anggota API, Senin (24/8/2026), di Gedung Pertemuan PPG Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, Pao-pao.

Pertemuan yang berlangsung pukul 14.00–15.30 WITA tersebut dihadiri 25 profesor dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM), UIN Alauddin Makassar, Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Halu Oleo (UHO), dan Universitas Bosowa (Unibos).

Dari Universitas Bosowa, hadir Prof. Dr. Ruslan Renggong, S.H., M.H., Guru Besar Fakultas Hukum Unibos, serta Prof. Dr. Zulkifli Makkawaru, S.H., M.H., Guru Besar Fakultas Hukum Unibos. Keduanya turut mengambil bagian dalam pembahasan mengenai penguatan organisasi dan arah pengembangan API ke depan.

Pertemuan dipimpin oleh Prof. Dr. Armin Arsyad dan didampingi Prof. Dr. Andi Pangerang Moenta serta Prof. Dr. rer. nat. Muharram. Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang silaturahmi antarguru besar, tetapi juga menghasilkan sejumlah keputusan strategis terkait konsolidasi organisasi API.

Prof. Dr. Ruslan Renggong, S.H., M.H. menjelaskan bahwa API telah memiliki perjalanan organisasi yang panjang. Menurutnya, penguatan kembali konsolidasi di tingkat daerah menjadi penting agar jejaring profesor dapat semakin terorganisasi dan memberikan kontribusi yang lebih luas.

“Asosiasi ini sudah lama terbentuk. Saat ini dipimpin oleh Prof. Dr. H. Anwar Arifin, beliau adalah Profesor Unhas dan mantan anggota DPR RI. Beliau juga dikenal sebagai pejuang UU Guru dan Dosen yang berhasil memperjuangkan tunjangan sertifikasi dan tunjangan kehormatan Profesor,” ujar Prof. Ruslan.

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat komunikasi antarpengurus dan anggota sekaligus menyiapkan struktur organisasi yang dapat menjalankan program API secara lebih terarah.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun wadah bersama bagi para profesor. Kita berharap API dapat menjadi ruang yang mendorong kolaborasi dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan tinggi,” lanjutnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Zulkifli Makkawaru, S.H., M.H. menilai konsolidasi organisasi perlu diarahkan pada pembentukan program yang konkret dan mampu mempertemukan potensi akademik para profesor dari berbagai perguruan tinggi.

“Yang paling penting bukan hanya terbentuknya kepengurusan, tetapi bagaimana organisasi ini nantinya dapat bergerak dan memberikan manfaat. Potensi para profesor dari berbagai perguruan tinggi harus dapat dipertemukan dalam kolaborasi yang produktif,” ungkap Prof. Zulkifli.

Salah satu keputusan utama yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut adalah pembentukan tim formatur yang bertugas menyiapkan susunan kepengurusan API.

Berdasarkan hasil pertemuan, Prof. Andi Pangerang Moenta ditetapkan sebagai Ketua Formatur, sementara anggota formatur terdiri atas Prof. Dr. Armin Arsyad, Prof. Dr. rer. nat. Muharram, Prof. Dr. Abd. Rasyid Masri, Prof. Dr. Ruslan Renggong, Prof. Dr. H. A. Muin Fahmal, dan Prof. Erwin.

Tim formatur selanjutnya akan bertugas menentukan susunan kepengurusan API. Kepengurusan yang terbentuk nantinya juga akan melanjutkan proses kelembagaan organisasi, termasuk penyelesaian Akta Notaris Pendirian API serta penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) API.

Selain aspek kelembagaan, forum juga menyepakati sejumlah agenda pendukung organisasi. Pengurus nantinya akan melakukan penjajakan sponsor untuk mendukung aktivitas API serta membentuk cabang organisasi di setiap perguruan tinggi dan daerah lainnya.

Para anggota juga membahas penyediaan seragam organisasi sebagai salah satu identitas bersama. Rencana tersebut mencakup pencarian model dan warna seragam yang akan ditetapkan secara baku, penunjukan pihak yang akan mengerjakan seragam, serta pengukuran masing-masing anggota dengan pembiayaan yang ditanggung oleh anggota.

Pertemuan tersebut diikuti oleh 25 profesor dari berbagai perguruan tinggi. Dari UIN Alauddin Makassar hadir Prof. Dr. Rasyid Masri, Prof. Dr. Nursyamsiah, M.Pd., Prof. Dr. Mahmuddin Basir, Prof. Dr. Misbahuddin, dan Prof. Dr. Supardin.

Dari UMI hadir Prof. Dr. H. A. Muin Fahmal. Sementara dari UNM hadir Prof. Dr. Ir. Muh. Yahya, Prof. Dr. Risma Niswaty, Prof. Dr. Jusniar, Prof. Dr. Suradi, Prof. Dr. Ir. Muhammad Arsyad, Prof. Dr. Adnan, Prof. Dr. Heri Tahir, Prof. Dr. S. M. Noor, Prof. Dr. rer. nat. Muharram, serta sejumlah profesor lainnya.

Dari Unhas turut hadir Prof. Dr. Sukri Paluttiri, Prof. Dr. dr. Marhamah, Prof. Dr. Fathu Rahman, Prof. Dr. Andi Pangerang Moenta, dan Prof. Dr. Armin Arsyad. Sementara dari UHO hadir Prof. Dr. Abdul Kadir.

Kehadiran Prof. Dr. Ruslan Renggong, S.H., M.H. dan Prof. Dr. Zulkifli Makkawaru, S.H., M.H. menjadi bagian dari kontribusi Guru Besar Universitas Bosowa dalam memperkuat jejaring akademik dan organisasi profesor lintas perguruan tinggi.

Melalui forum tersebut, konsolidasi API diharapkan dapat berkembang menjadi wadah yang semakin solid dalam mempertemukan kepakaran para profesor, memperluas jejaring kolaborasi, serta mendorong kontribusi akademik yang lebih nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi dan masyarakat.

Bagi Universitas Bosowa, keterlibatan kedua Guru Besar Fakultas Hukum tersebut sekaligus menegaskan komitmen sivitas akademika untuk terus mengambil bagian dalam penguatan jejaring keilmuan, kolaborasi antarperguruan tinggi, dan kontribusi profesor bagi pembangunan pendidikan di tingkat regional maupun nasional.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page