

Kabareditorial.com, Makassar — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia menggelar Dedicated Team Meeting (DTM) Forum PINISI SULTAN yang dirangkaikan dengan Kick-Off South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026 di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (27/4/2026).
Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong transformasi ekonomi Sulawesi Selatan melalui hilirisasi industri dan penguatan investasi berkelanjutan.
Sejumlah pemangku kepentingan hadir dalam kegiatan ini, mulai dari Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, kepala daerah, perwakilan kementerian, hingga investor dan pelaku usaha. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik investasi daerah di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Realisasi investasi Sulawesi Selatan sepanjang 2025 tercatat tetap positif, baik dari sisi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Namun, posisi Sulsel yang masih berada di peringkat ke-20 nasional menjadi catatan penting perlunya akselerasi yang lebih terarah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menyoroti pentingnya peningkatan efisiensi investasi.
“Indikator ICOR Indonesia yang masih relatif tinggi menunjukkan efisiensi investasi perlu terus ditingkatkan. Di Sulsel, tren ICOR membaik hingga 2025, namun masih perlu didorong agar lebih kompetitif,” ujarnya.
Saat ini, Sulawesi Selatan telah memiliki lebih dari 90 proyek investasi siap ditawarkan (Investment Project Ready to Offer/IPRO), dengan sebagian telah berstatus clean and clear (CnC). Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari kesiapan proyek, keterbatasan pembiayaan alternatif, hingga keselarasan dengan prioritas pembangunan nasional.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, menekankan pentingnya reformasi tata kelola investasi daerah.
Ia menilai percepatan investasi harus didukung oleh perbaikan iklim usaha, penyediaan infrastruktur, serta jaminan keamanan dan kepastian berusaha bagi investor.
Dalam forum tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis untuk mendorong investasi Sulsel, di antaranya penyelarasan proyek dengan agenda nasional, penguatan hilirisasi komoditas unggulan seperti nikel, kakao, kelapa, rumput laut, hingga perikanan, serta peningkatan kualitas dokumen proyek melalui penyusunan feasibility study yang kredibel.
Selain itu, penguatan promosi investasi juga akan dilakukan melalui forum internasional, business matching, hingga kunjungan langsung ke lokasi proyek (site visit). Pemerintah juga mendorong pengembangan skema pembiayaan alternatif seperti KPBU, kerja sama internasional, serta kemitraan strategis dengan pelaku usaha.
Upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia turut menjadi perhatian, khususnya dalam penyusunan proposal investasi berstandar global agar proyek yang ditawarkan semakin kompetitif.
Melalui DTM PINISI SULTAN dan SSIC 2026, sinergi antar pemangku kepentingan diharapkan semakin solid dalam meningkatkan kualitas perencanaan dan kesiapan proyek. Langkah ini diyakini mampu mempercepat realisasi investasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.


Tidak ada komentar