Dari Ikatan Kain Menjadi Karya Bermakna, GMTD Hadirkan Tabung Karya Vol. 5 Bersama 45 Perempuan Penyandang Disabilitas

Mardianto
28 Sep 2026 20:20
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) melalui Lippoland kembali mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program Tabung Karya (Tanjung Bunga Berkarya) Vol. 5. Mengusung tema “Jumputan Berwarna, Karya Bermakna”, program tersebut memberikan pelatihan membatik dengan teknik jumputan kepada 45 perempuan penyandang disabilitas anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI).

Kegiatan yang berlangsung di Madrid Hall, Akkarena, Senin (28/9/2026), tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, sekaligus mengeksplorasi potensi ekonomi dari karya yang dihasilkan.

Dalam pelatihan, peserta mendapatkan materi dan praktik langsung mengenai pembuatan batik jumputan yang dipandu Andi Tenri Uba dari Batik dan Tenun ISTI.

Peserta diperkenalkan pada sejumlah teknik dasar, mulai dari mengikat, melipat, dan menjumput kain untuk membentuk motif, kemudian dilanjutkan dengan proses pewarnaan.

Teknik tersebut memungkinkan setiap peserta menghasilkan motif yang berbeda sesuai kreativitas masing-masing. Kain yang dihasilkan tidak hanya menjadi produk kerajinan, tetapi juga merepresentasikan proses belajar dan keberanian peserta dalam berekspresi.

Chief Operating Officer Lippoland Makassar dan Manado, Jemmy Andreas Persang, mengatakan program CSR perusahaan diarahkan tidak hanya pada pemberian bantuan, tetapi juga peningkatan kapasitas masyarakat.

“Bagi GMTD, CSR bukan sekadar tentang memberikan bantuan, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Melalui Tabung Karya Vol. 5, kami ingin menunjukkan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, berkreasi, dan menghasilkan sesuatu yang bernilai,” ujar Jemmy.

Menurut Jemmy, keterlibatan perempuan penyandang disabilitas dalam program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun lingkungan sosial yang lebih inklusif.

Ia mengatakan keberagaman perlu ditempatkan sebagai bagian dari kekuatan masyarakat, termasuk dengan memberikan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan produktif.

“Kami percaya bahwa keberagaman adalah kekuatan. Karena itu, GMTD berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk perempuan penyandang disabilitas,” katanya.

Jemmy berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif yang berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan hari ini, tetapi dapat menjadi pengalaman yang mendorong peserta untuk terus berkarya dan mengembangkan keterampilan secara berkelanjutan,” lanjutnya.

Keterampilan dan Peluang Ekonomi

Program Tabung Karya Vol. 5 tidak hanya menempatkan membatik sebagai aktivitas kreatif, tetapi juga sebagai upaya membuka peluang pengembangan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

Teknik jumputan yang relatif sederhana memberikan ruang bagi peserta untuk menghasilkan berbagai motif dan produk berbasis kain. Keterampilan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi produk kerajinan yang dapat dipasarkan.

Bagi perempuan penyandang disabilitas, pengembangan keterampilan produktif juga dapat menjadi bagian dari upaya memperluas ruang partisipasi ekonomi dan meningkatkan kemandirian.

Dalam perspektif Environmental, Social, and Governance (ESG), kegiatan tersebut menitikberatkan pada aspek sosial melalui penguatan inklusivitas, peningkatan kapasitas, dan penciptaan ruang partisipasi yang setara bagi penyandang disabilitas.

Tema “Jumputan Berwarna, Karya Bermakna” turut merefleksikan pendekatan tersebut. Proses mengikat, melipat, menjumput, hingga mewarnai kain menjadi medium bagi peserta untuk menuangkan kreativitas sekaligus menghasilkan karya personal.

GMTD berharap Tabung Karya Vol. 5 dapat memperkuat kolaborasi perusahaan dengan komunitas penyandang disabilitas sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar kawasan Tanjung Bunga.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen GMTD dalam menjalankan CSR berbasis pemberdayaan serta mengintegrasikan nilai inklusivitas ke dalam agenda keberlanjutan perusahaan.

Melalui semangat “Lippo Untuk Indonesia PASTI” Pintar, Asri, Sejahtera, Tangguh, dan Independen GMTD menyatakan akan terus menghadirkan program yang membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar, berkarya, dan tumbuh bersama.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x