

Kabareditorial.com, Polman — Ratusan calon peserta didik yang mendaftar di SD Negeri 066 Pekkabata, Kabupaten Polewali Mandar, tidak dapat diterima pada tahun ajaran 2026/2027 akibat keterbatasan ruang belajar.
Dari lebih dari 200 pendaftar yang berada di wilayah zonasi sekolah, hanya 76 siswa yang diterima. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kapasitas ruang kelas yang tersedia.
Kepala SDN 066 Pekkabata, Hj. Sitti Nurwana, S.Pd., M.Pd., mengatakan tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SDN 066 Pekkabata belum dapat diimbangi dengan ketersediaan sarana dan prasarana.
“Sebenarnya banyak orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di sini karena masuk dalam wilayah zonasi. Namun, kami terpaksa membatasi penerimaan karena ruang belajar yang tersedia tidak mencukupi,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Menurutnya, jumlah pendaftar setiap tahun terus meningkat, sementara kapasitas ruang kelas belum mengalami penambahan.
“Tahun ini pendaftarnya lebih dari 200 orang, tetapi yang dapat kami terima hanya 76 siswa sesuai kapasitas ruang belajar yang ada,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dapat memberikan perhatian dengan menambah ruang kelas baru agar lebih banyak anak usia sekolah dapat diterima.
“Kami berharap pemerintah dapat membangun ruang belajar tambahan karena setiap tahun jumlah calon siswa terus meningkat,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang wali murid, Wayang, mengaku sengaja mendaftarkan cucunya di SDN 066 Pekkabata karena menilai sekolah tersebut memiliki kualitas pendidikan yang baik serta berada di lokasi yang aman dari sisi lalu lintas.
Ia mengaku datang mengantar cucunya pada hari pertama MPLS sejak pagi hari.
Menurut Wayang, informasi yang diperolehnya menyebutkan jumlah pendaftar mencapai ratusan orang, namun hanya sebagian kecil yang diterima akibat keterbatasan ruang kelas.
“Sekolah ini memang banyak diminati karena dianggap bagus dan lokasinya aman. Kami berharap pemerintah segera menambah ruang kelas agar lebih banyak anak di wilayah zonasi bisa bersekolah di sini,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru, terutama di sekolah-sekolah yang memiliki jumlah peminat tinggi namun belum didukung oleh fasilitas ruang belajar yang memadai.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar