Pasar EV Tumbuh, Haka Auto Siapkan 30 Outlet BYD pada 2026

Mardianto
28 Mar 2026 17:30
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) terus memperluas jaringan dealer BYD di Indonesia. Perusahaan menargetkan jumlah outlet kendaraan listrik tersebut meningkat signifikan dalam waktu dekat seiring pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Tanah Air.

Business & Strategy Development Senior Manager Haka Auto, Achmad Rosyadi Natsir, mengatakan pengembangan jaringan outlet dilakukan dengan memetakan sejumlah wilayah potensial di berbagai daerah di Indonesia.

“Jadi kita mencoba mengeksplor beberapa daerah yang akan kita masuki. Kita lihat potensi wilayahnya dengan hati-hati sebelum membuka outlet,” kata Rosyadi dalam Halal Bihalal bersama awak media di Makassar, Sabtu (28/03).

Menurutnya, pengembangan jaringan dealer BYD saat ini termasuk yang paling agresif dibandingkan merek otomotif lainnya di Indonesia. Meski demikian, jumlah grup dealer yang menangani brand tersebut relatif lebih sedikit.

Ia menjelaskan, satu grup dealer biasanya mengelola banyak outlet sekaligus. Bahkan dalam beberapa kasus satu grup dapat memiliki lebih dari 20 dealer yang tersebar di berbagai kota.

“Kalau dilihat, dealer BYD ini pemiliknya tidak banyak, tapi satu grup bisa punya sampai lebih dari 20 outlet. Dan kebanyakan yang dibangun juga flagship di lokasi-lokasi strategis,” ujarnya.

Rosyadi menyebut hingga saat ini Haka Auto sebenarnya telah memprogreskan sekitar 20 outlet BYD di berbagai daerah. Namun tidak semuanya telah diresmikan secara serentak karena masih menunggu penjadwalan grand opening.

“Grand opening yang dilakukan selama ini sebenarnya baru sebagian. Padahal total progres outlet kita sudah sekitar 20,” jelasnya.

Perusahaan menargetkan jumlah outlet tersebut akan bertambah menjadi 30 unit pada Juli tahun ini. Sejumlah peresmian cabang bahkan direncanakan dilakukan secara bersamaan.

“Insya Allah kemungkinan di bulan Juli kita sudah 30 outlet. Karena cukup masif, kemungkinan grand openingnya juga akan dilakukan bersamaan,” kata Rosyadi.

Ekspansi jaringan tidak akan berhenti sampai di situ. Haka Auto juga menyiapkan rencana pengembangan hingga sekitar 50 outlet sampai tahun depan, menyesuaikan kondisi pasar.

Menurut Rosyadi, langkah ekspansi ini didorong oleh tren peningkatan pasar kendaraan listrik di Indonesia. Selain itu, BYD juga diperkirakan akan menghadirkan lebih banyak model kendaraan ke pasar nasional.

“Market EV terus naik. Selain itu juga akan ada banyak produk BYD yang masuk. Bukan hanya EV, tapi juga Plug-in Hybrid,” ujarnya.

Dengan bertambahnya pilihan model kendaraan, Haka Auto menilai kebutuhan jaringan dealer dan layanan purna jual juga harus diperluas agar masyarakat di berbagai daerah dapat lebih mudah mengakses produk BYD.

“Kita ingin membuka outlet di beberapa daerah lainnya supaya masyarakat bisa lebih mudah menjangkau produk-produk BYD,” kata Rosyadi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page