Program PHINISI Berhasil Salurkan Rp30,53 Triliun untuk Bebaskan Warga dari Rentenir

Mardianto
10 Mei 2025 01:56
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar memberantas praktik rentenir melalui Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (PHINISI) menunjukkan hasil signifikan. Hingga triwulan I-2025, program ini telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp30,53 triliun kepada 951.122 debitur, atau 97,9 persen dari target kumulatif sejak 2023.

Kepala OJK Sulselbar, Mochammad Muchlasin, mengatakan program PHINISI menjadi instrumen efektif dalam menyediakan pembiayaan legal dan terjangkau bagi masyarakat kecil dan pelaku UMKM.

“PHINISI adalah solusi konkret agar masyarakat tidak lagi terjerat pinjaman rentenir. Kami hadirkan akses pembiayaan legal, cepat, dan murah,” tegasnya.

PHINISI dilaksanakan melalui berbagai skema, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), KUR Super Mikro, Pusaka, Kemitraan Bina Lingkungan, dan Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR). Skema tersebut dirancang agar menyesuaikan kebutuhan dan skala usaha masyarakat.

Menurut Muchlasin, PHINISI bukan hanya program penyaluran dana, tetapi juga mengandung unsur edukasi dan pemberdayaan finansial.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya terbebas dari rentenir, tetapi juga mampu mengelola keuangannya secara mandiri dan berkelanjutan,” jelasnya.

OJK juga menggandeng perbankan, koperasi, dan lembaga keuangan mikro untuk memperluas jangkauan program PHINISI hingga ke pelosok.

Selain memberi dampak ekonomi langsung, PHINISI juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan formal. “Capaian ini menunjukkan bahwa inklusi keuangan dapat berjalan beriringan dengan perlindungan konsumen,” tambah Muchlasin.

Dengan keberhasilan ini, OJK berencana memperluas program PHINISI ke sektor pertanian dan perikanan, dua bidang yang dinilai paling rawan menjadi sasaran rentenir di daerah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x