TK Athirah Baruga Tanamkan Kepedulian Sejak Dini Lewat Program SEHATI

Mardianto
2 Nov 2026 19:13
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar – Kepedulian tidak selalu tumbuh dari pelajaran di dalam kelas. Bagi siswa TK Islam Athirah Bukit Baruga, belajar berbagi justru hadir melalui perjumpaan sederhana dengan orang-orang yang setiap hari bekerja di jalanan.

Pengalaman itu mereka rasakan melalui program SEHATI (Sedekah Anak Athirah) dengan membagikan makanan kepada pengemudi ojek online, sopir truk, petugas angkutan sampah, dan pengguna jalan lainnya di sekitar Misi Pasar Raya Antang, Jumat (30/10/2026).

Di tengah aktivitas jalanan yang cukup ramai, siswa Kelas B Salman Al Farisi menyapa dan menyerahkan makanan kepada para penerima. Bukan sekadar membagikan bekal, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan sosial sekaligus belajar menghargai orang-orang yang bekerja di sekitar mereka.

Didampingi wali kelas Nirwana, pendamping GPK Ummi Desti, dan Ustadzah Fauziyyah, para siswa mengikuti kegiatan tersebut bersama orang tua serta Ketua BMJ.

Salah seorang penerima, Rusdi, pengemudi ojek online, menyambut baik kegiatan itu. Ia turut menyampaikan doa agar seluruh aktivitas pendidikan di TK Islam Athirah Bukit Baruga senantiasa berjalan lancar.

“Banyak semua rezeki ta’, Nak. Sukses ki semua, berkah kegiatan sekolah ta’,” ujarnya.

Program SEHATI menjadi salah satu bentuk pendidikan karakter yang diterapkan sekolah melalui pengalaman langsung. Anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada makna sedekah, tetapi juga diajak memahami pentingnya empati, rasa syukur, kerja sama, serta menghargai setiap profesi yang dijalani dengan cara yang baik.

Melalui perjumpaan dengan para pekerja jalanan, murid belajar bahwa setiap orang memiliki peran dan perjuangan masing-masing. Pengalaman sederhana ini diharapkan membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya bersyukur atas apa yang dimiliki, tetapi juga peka terhadap kebutuhan orang lain.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak usia dini. Sebab, kepedulian akan lebih mudah tumbuh ketika anak tidak hanya mendengarkan nasihat, tetapi juga melihat dan melakukannya secara langsung.

Sekolah berharap SEHATI dapat terus menjadi bagian dari pembiasaan positif yang membentuk karakter siswa. Dengan demikian, semangat berbagi tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat hingga mereka dewasa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page