

Siang itu cerah. Matahari Makassar memancar tanpa garang, cahayanya jatuh lembut di fasad modern Profira Clinic yang berdiri di Jalan Letjen Hertasning B-1. Di balik pintu kacanya, udara sejuk menyapa, menyapu peluh kota, menghadirkan rasa tenang yang seketika.
Seorang terapis menyambut dengan senyum yang tak dibuat-buat. Tangannya terulur ramah, suaranya pelan dan bersahabat. Di ruang perawatan yang bersih dan terang, percakapan mengalir ringan antara dokter, perawat, dan pasien tentang kenyamanan, tentang harapan, tentang hasil yang ingin dicapai tanpa rasa cemas.
Di atas ranjang perawatan, Yuliana, seorang perempuan etnis Tionghoa dengan wajah teduh, berbaring santai. Rambutnya dirapikan, wajahnya bersih tanpa riasan. Alat perawatan menyentuh kulitnya perlahan, sementara dokter dan perawat sesekali mengajaknya berbincang, memastikan setiap tahap terasa aman.
Ia tengah menjalani Contour Tite, inovasi perawatan pengencangan terbaru yang diperkenalkan dalam rangkaian Grand Opening Profira Clinic Makassar.
“Nyaman. Fine level-nya 7 sampai 8. Nggak begitu sakit. Tapi nyaman sih,” ujar Yuliana sambil tersenyum tipis.
Nada suaranya ringan. Tidak ada raut tegang di wajahnya, justru tampak rasa penasaran yang berubah menjadi keyakinan. Perlahan ia merasakan perubahan.
“Agak kencang, dan terasa sekali ketarik kulitnya. Seperti ada yang bekerja di dalam,” katanya sembari menyentuh pipinya.
Di ruangan itu, teknologi dan perawatan manual. Tak ada aroma menyengat, tak ada bunyi yang mengintimidasi. Hanya percakapan kecil dan perhatian yang membuat proses terasa personal.
Perawatan Multi-Layer untuk Hasil Lebih Seimbang
Dalam sesi talkshow di hari pembukaan, Profira Clinic memperkenalkan Profira Contour Tite sebagai pendekatan kombinasi untuk pengencangan kulit.
Perawatan ini menggabungkan dua teknologi, Proligio dengan monopolar radiofrequency (Oligio RF) dan PIFU Tite berbasis ultrasound.
Proligio bekerja secara non-invasif di lapisan dermis wilayah penting yang menentukan kekencangan dan kualitas kulit. Sementara PIFU Tite menjangkau lebih dalam hingga lapisan SMAS, membantu memperbaiki struktur sekaligus membentuk kontur wajah. Keduanya merangsang produksi kolagen dan elastin secara alami.
Dokter Profira Clinic, dr. Faradila Afrianti, menjelaskan bahwa pendekatan kombinasi menjadi jawaban atas kompleksitas penuaan kulit.
“Seiring waktu, kulit mengalami perubahan tidak hanya di satu lapisan, tetapi di berbagai lapisan secara bersamaan,” jelas dr. Faradila.
Ia menegaskan bahwa satu teknologi saja sering kali tidak cukup.
“Melalui Contour Tite, kami mengombinasikan dua teknologi dengan target lapisan berbeda, sehingga hasil pengencangan dan pembentukan kontur dapat terlihat lebih optimal dan seimbang, tanpa mengesampingkan kualitas kulit,” ujarnya.
Menurutnya, prinsip utama tetap pada keamanan dan kenyamanan.
“Ini bukan perawatan yang mengorbankan kualitas kulit demi hasil instan. Kami ingin hasil yang bertahap, alami, dan tetap aman.”
Analisa Medis dan Pendekatan Aman
Sementara itu, dr. Fifin Marini menekankan pentingnya pemeriksaan sebelum tindakan dilakukan.
“Setiap pasien melalui proses analisa dokter terlebih dahulu. Kami memastikan apakah ada kelainan kolagen atau penyakit penyerta lainnya sebelum treatment dilakukan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Contour Tite bukan tindakan invasif.
“Perawatan ini tidak menimbulkan luka dan bukan tindakan injeksi, sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan,” katanya.
Profira Clinic juga menggunakan teknologi dokumentasi foto 3D.
“Kami melakukan foto 3D untuk melihat kontur wajah sebelum treatment. Data ini menjadi pembanding before dan after, semuanya melalui analisa dokter,” tambah dr. Fifin.
Menurutnya, treatment ini terbuka untuk siapa saja.
“Baik perempuan maupun laki-laki bisa menjalani perawatan ini. Terutama pria public figure yang ingin tampil lebih percaya diri tanpa terlihat berlebihan,” tambahnya.
Kulit Sehat, Percaya Diri Tumbuh
Pemerhati kesehatan sekaligus Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Makassar, drg. Hj. Sri Fausyia Nuralim, M.Kes, menilai perkembangan teknologi estetika perlu disertai edukasi yang memadai.
“Perawatan kulit berbasis teknologi adalah hal yang baik selama dilakukan secara profesional dan melalui analisa medis,” ujarnya.
Ia melihat kesehatan kulit sebagai bagian dari kualitas hidup.
“Kulit yang sehat akan memengaruhi rasa percaya diri seseorang dalam bersosialisasi dan beraktivitas,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memilih layanan yang tepat.
“Pastikan perawatan dilakukan oleh tenaga profesional dan dengan prosedur yang jelas.”
Di hubungi terpisah, praktisi kecantikan dan kesehatan kulit dr. Ayu Rizky menekankan pentingnya kesadaran merawat kulit, terutama bagi perempuan.
“Kesehatan kulit bukan sekadar soal penampilan, tetapi bagian dari perawatan diri jangka panjang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa teknologi hanyalah salah satu bagian dari proses.
“Perawatan modern membantu merangsang kolagen, tetapi tetap harus didukung pola hidup sehat dan konsistensi,” katanya.
Menurutnya, langkah kecil yang rutin lebih berarti dibanding keputusan besar yang tergesa.
Grand Opening ini menjadi bagian dari Beauty Revolution Profira Makassar yang berlangsung pada 9–16 Februari 2026. Dalam periode tersebut, Profira menghadirkan berbagai promo spesial.
facial mulai Rp100 ribuan, BOOM Sale, free treatment, special price, treatment sepuasnya, diskon hingga 50% + 5%, hingga program Buy 1 Get 1 Free.
Bagi konsumen baru, tersedia pula berbagai keuntungan dan penawaran khusus selama periode pembukaan.
Namun lebih dari sekadar promo, pembukaan ini menjadi penegasan komitmen Profira Clinic untuk menghadirkan inovasi perawatan berbasis teknologi yang didukung tenaga profesional dan pelayanan menyeluruh.


Tidak ada komentar