

Kabareditorial.com, Makassar — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat edukasi keuangan syariah melalui sejumlah program unggulan yang menyasar pelajar, mahasiswa, perempuan, komunitas, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program tersebut dikemas melalui berbagai kegiatan, mulai dari kampanye nasional, pelatihan, forum bisnis, hingga pameran produk keuangan syariah.
Dalam materi arah strategis pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah, OJK memperkenalkan sejumlah program flagship, antara lain Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah), Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO), dan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH).
Ada pula program Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS), School of Syariah (SOS), Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS), Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS), Syariah Financial Fair (SYAFIF), serta Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSIS).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan pentingnya edukasi yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
“Saya senang setiap tahun ketemu Bapak Ibu di mana pun. Tapi antara senang dan agak sesuatu, kenapa? Karena ternyata penggiat syariah itu itu-itu saja. Saya ingin semakin banyak yang terlibat,” ujarnya.
Melalui program tersebut, OJK berharap literasi keuangan syariah tidak hanya berkembang di kalangan pelaku industri, tetapi juga menjangkau masyarakat luas.
Program edukasi juga diharapkan membuka akses yang lebih besar terhadap layanan keuangan syariah.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar