

Kabareditorial.com, Makassar – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara resmi menggandeng PT Cahaya Rahmat Edukasi (Briton English Education) dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan kompetensi bahasa Inggris berstandar internasional.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) tentang Pengembangan Kompetensi SDM Kabupaten Luwu Utara yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Selasa (4/8/2026).
Kesepakatan ditandatangani langsung oleh Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, S.T. dan Direktur PT Cahaya Rahmat Edukasi (Briton English Education), Sirajuddin Tenri. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dalam mewujudkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, khususnya pada pengembangan SDM yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Sebagai Authorised Exam Centre Cambridge Assessment English (University of Cambridge, United Kingdom), Briton English Education akan mendampingi pemerintah daerah dalam mengintegrasikan standar kompetensi bahasa Inggris internasional ke dalam sistem pendidikan di Luwu Utara.
Program tersebut tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga tenaga pendidik, tenaga kependidikan, pendidikan vokasi, hingga aparatur sipil negara (ASN). Pendekatan yang diterapkan meliputi peningkatan kualitas pembelajaran, pelatihan, asesmen kompetensi, hingga sertifikasi internasional yang diakui secara global.
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mengatakan penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi penting dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompetitif.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur pendidikan, tetapi juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kemampuan peserta didik agar mampu bersaing di tingkat internasional.
“Kemitraan bersama Briton English Education yang didukung oleh Cambridge Assessment English merupakan bagian dari komitmen besar kami dalam meningkatkan kualitas daya saing anak-anak dan ASN di Luwu Utara. Kita ingin memastikan generasi muda Luwu Utara tidak hanya jago di tingkat lokal, tetapi juga percaya diri dan qualified bertarung di panggung global,” ujar Andi Abdullah Rahim.
Direktur Briton English Education, Sirajuddin Tenri, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut dirancang sebagai pendampingan jangka panjang yang mencakup seluruh aspek pengembangan kompetensi bahasa Inggris.
Menurutnya, Briton tidak hanya menghadirkan pelatihan, tetapi juga sistem pembelajaran yang mengacu pada standar Cambridge dan Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) sehingga hasil pembelajaran dapat diukur melalui sertifikasi internasional.
“Briton hadir untuk memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari peningkatan kompetensi guru, pengembangan sistem pengajaran, hingga sertifikasi internasional. Kami sangat mengapresiasi visi progresif Pemkab Luwu Utara dalam menjadikan bahasa Inggris berstandar Cambridge sebagai fondasi pembangunan SDM daerah,” kata Sirajuddin.
Dalam nota kesepahaman tersebut, kedua belah pihak menyepakati lima fokus utama pengembangan.
Pertama, pengembangan Program Sekolah Berbahasa Inggris (SBI) yang bertujuan meningkatkan mutu pembelajaran bahasa Inggris di sekolah melalui penerapan standar Cambridge.
Kedua, pengembangan Sekolah Unggulan dan Sister School dengan membangun jejaring kerja sama bersama institusi pendidikan nasional maupun internasional.
Ketiga, pembentukan dan penguatan UPT Pusat Bahasa dan Budaya sebagai pusat pelatihan, pengembangan kompetensi, serta penyelenggaraan sertifikasi bahasa Inggris.
Keempat, penguatan pendidikan vokasi dan Balai Latihan Kerja (BLK) agar lulusan memiliki kompetensi bahasa Inggris yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Kelima, pengelolaan program beasiswa dan pelatihan internasional bagi ASN, guru, serta tenaga kependidikan sebagai bagian dari pengembangan kapasitas SDM pemerintah daerah.
Kerja sama ini juga mendukung implementasi kebijakan pemerintah mengenai penguatan pembelajaran bahasa Inggris sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Melalui program tersebut, Briton akan melakukan pemetaan kompetensi awal, pelatihan guru secara berkelanjutan, penyusunan sistem pembelajaran berbasis CEFR, hingga pelaksanaan ujian Cambridge sebagai standar pengukuran kemampuan bahasa Inggris peserta.
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berharap kolaborasi ini mampu melahirkan ekosistem pendidikan yang lebih kompetitif, memperkuat kapasitas tenaga pendidik, serta membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja di tingkat nasional dan internasional.
Dengan menggandeng Briton English Education sebagai mitra strategis, Pemkab Luwu Utara menargetkan lahirnya SDM yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi bahasa Inggris berstandar internasional sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi dan persaingan global di masa depan.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar