

Kabareditorial.com, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan industri jasa keuangan untuk mendorong peningkatan literasi serta inklusi keuangan di daerah.
Upaya tersebut mengemuka dalam kegiatan Halal Bihalal yang digelar OJK Sulselbar bersama sejumlah pemangku kepentingan sektor jasa keuangan dan pemerintah daerah di Kantor OJK Sulselbar.
Kegiatan ini dihadiri pimpinan lembaga vertikal, Konsul Jenderal Australia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Indonesia (BI), kalangan akademisi, serta pelaku industri jasa keuangan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarlembaga sekaligus memperkuat kerja sama dalam pengembangan sektor jasa keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Halal Bihalal tidak hanya menjadi tradisi tahunan pasca Ramadan, tetapi juga memiliki makna strategis sebagai wadah memperkuat kolaborasi antarinstansi,” kata Muchlasin.
Menurutnya, pengembangan sektor jasa keuangan di daerah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara regulator, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut selama ini turut mendukung berbagai program literasi dan inklusi keuangan, termasuk pengembangan literasi keuangan syariah di Sulawesi Selatan.
Muchlasin berharap hubungan dan koordinasi yang telah terbangun dapat semakin diperkuat sehingga sektor jasa keuangan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai layanan keuangan.
Menurutnya, peningkatan literasi dan inklusi keuangan tidak bisa dilakukan secara parsial. Pemerintah daerah, OJK, industri jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan perlu mengambil peran bersama.
“Termasuk seluruh pemangku kepentingan dengan tujuan agar masyarakat semakin memahami dan memanfaatkan layanan keuangan secara optimal untuk kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Melalui pertemuan tersebut, OJK Sulselbar berharap kolaborasi antarlembaga semakin solid dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, meningkatkan pemahaman keuangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar