Menembus Batas Peran Ganda, Indah Sari Mulyati Raih Gelar Doktor dengan Disertasi Tata Kelola BUMD

Mardianto
31 Des 2025 18:00
3 menit membaca

“Tidak mudah, tetapi bukan tidak mungkin. Kuncinya adalah disiplin, konsistensi, dan dukungan dari keluarga serta lingkungan kerja,” tutur Indah.

Di tengah tuntutan profesi sebagai Auditor Madya Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Selatan, serta perannya sebagai seorang istri dan ibu, Indah Sari Mulyati berhasil menorehkan capaian akademik tertinggi.

Ia resmi menyandang gelar Doktor setelah dinyatakan lulus dalam sidang disertasi Program Studi S3 Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya, dengan konsentrasi Akuntansi Keuangan.

Sidang terbuka disertasi tersebut berlangsung pada Selasa, 30 Desember 2025, di Ruang Teater Lantai 2 Gedung Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya. Di hadapan dewan penguji, Indah tampil mantap mempertahankan karya ilmiahnya yang berjudul “Pengembangan Model Pengukuran Good Corporate Governance Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)”.

Disertasi ini mengangkat isu strategis yang selama ini menjadi perhatian publik, khususnya terkait tata kelola Badan Usaha Milik Daerah. Indah menilai, BUMD memiliki posisi penting sebagai motor penggerak ekonomi daerah, namun belum sepenuhnya dikelola secara optimal.

“BUMD seharusnya menjadi instrumen pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan publik dan pendapatan asli daerah. Namun faktanya, masih banyak BUMD yang kinerjanya belum maksimal karena lemahnya penerapan tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Indah.

Menurutnya, persoalan tersebut mendorong dirinya untuk mengembangkan sebuah model pengukuran Good Corporate Governance (GCG) yang lebih relevan dengan karakteristik BUMD. Ia menekankan bahwa pendekatan tata kelola di sektor publik tidak bisa sepenuhnya disamakan dengan korporasi swasta.

“Good Corporate Governance bukan hanya soal kepatuhan administratif, tetapi menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan dan akuntabilitas BUMD. Melalui penelitian ini, saya ingin menghadirkan model pengukuran yang lebih komprehensif dan aplikatif, sehingga bisa benar-benar digunakan sebagai alat evaluasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, model pengukuran tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah sebagai pemilik modal dalam menilai kinerja dan tata kelola BUMD secara objektif. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan menjadi panduan bagi jajaran direksi dan manajemen BUMD dalam melakukan perbaikan berkelanjutan.

“Dengan pengukuran yang jelas, prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran dapat diterapkan secara lebih terukur, bukan sekadar konsep normatif,” katanya.

Disertasi tersebut memiliki kontribusi nyata, tidak hanya bagi pengembangan ilmu akuntansi keuangan, tetapi juga bagi praktik tata kelola BUMD di Indonesia.

Pemilihan topik penelitian tersebut tidak terlepas dari latar belakang profesional Indah sebagai auditor. Pengalamannya dalam melakukan pengawasan dan evaluasi pengelolaan keuangan negara dan daerah memberinya sudut pandang langsung mengenai berbagai tantangan tata kelola di sektor publik.

“Sebagai auditor, saya sering menemukan persoalan tata kelola di lapangan. Dari situ saya merasa perlu mengkaji lebih dalam secara akademik agar bisa memberikan rekomendasi yang lebih sistematis dan berbasis riset,” ungkapnya.

Di balik capaian akademik tersebut, tersimpan kisah perjuangan yang tidak ringan. Menjalani studi doktoral sambil tetap aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus menjalankan peran sebagai istri dan ibu, menuntut manajemen waktu dan komitmen yang tinggi.

“Tidak mudah, tetapi bukan tidak mungkin. Kuncinya adalah disiplin, konsistensi, dan dukungan dari keluarga serta lingkungan kerja,” tutur Indah.

Ia mengakui bahwa perjalanan menempuh pendidikan doktoral menjadi proses pembelajaran yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan ketangguhan diri.

“Bagi saya, pendidikan adalah investasi jangka panjang. Bukan hanya untuk karier, tetapi untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi institusi dan masyarakat,” katanya.

Capaian gelar doktor ini menjadi bukti bahwa peran ganda perempuan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi akademik tertinggi. Indah berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi perempuan dan ASN lainnya, untuk terus belajar dan mengembangkan kapasitas diri di tengah berbagai keterbatasan.

Dengan gelar doktor yang kini disandangnya, Indah Sari Mulyati berkomitmen untuk terus mengabdikan ilmu dan pengalamannya dalam mendukung penguatan tata kelola keuangan dan pembangunan daerah.

“Integritas, ilmu pengetahuan, dan pengabdian adalah nilai yang harus berjalan beriringan,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x