

Kabareditorial.com, Jakarta — Kendaraan bekas berbahan bakar minyak (BBM) masih mendominasi pasar lelang nasional. Hingga kuartal I 2026, JBA Indonesia mencatat sekitar 80 persen unit yang terjual berasal dari kategori kendaraan konvensional.
Sepanjang periode tersebut, JBA melelang lebih dari 40.000 unit mobil bekas dan 30.000 unit sepeda motor. Tingginya minat terhadap kendaraan BBM dipengaruhi faktor efisiensi biaya operasional serta kemudahan perawatan, terutama untuk kebutuhan harian dan usaha.
Marketing & Sales Division Head JBA Indonesia, Johan Wijaya, menyebut segmen kendaraan hemat bahan bakar masih menjadi primadona di pasar.
“Kendaraan LCGC dan MPV seperti Toyota Avanza, Toyota Calya, dan Toyota Agya tetap diminati karena efisien dan mudah dirawat. Untuk kebutuhan usaha, kendaraan niaga seperti Daihatsu Gran Max dan Mitsubishi Triton juga banyak dicari,” ujarnya.
Di segmen roda dua, motor matic seperti Honda Beat, Honda Scoopy, dan Honda Vario masih mendominasi karena dinilai praktis untuk penggunaan sehari-hari.
JBA juga mencatat adanya perbedaan preferensi kendaraan di tiap wilayah. Di Pulau Jawa, kendaraan penumpang seperti Avanza dan Calya mendominasi, sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat perkotaan. Sementara di Sumatera, permintaan relatif seimbang antara kendaraan penumpang dan niaga, dengan dominasi kendaraan untuk sektor distribusi dan perkebunan.
Di Kalimantan, kendaraan operasional seperti pikap dan truk menjadi pilihan utama, mencerminkan kebutuhan sektor industri dan logistik. Adapun di Sulawesi, permintaan kendaraan penumpang dan niaga cenderung berimbang, menyesuaikan kebutuhan mobilitas dan aktivitas usaha.
Di tengah dominasi kendaraan konvensional, JBA mulai mencatat peningkatan minat terhadap kendaraan listrik meski masih terbatas. Beberapa unit yang telah masuk pasar lelang antara lain Wuling Air EV, Hyundai IONIQ 5, dan BYD Sealion 7.
Selain transaksi jual beli, JBA juga menyediakan layanan penitipan kendaraan untuk dilelang, baik dari perusahaan maupun individu. Skema ini dinilai mampu membantu pemilik aset memperoleh harga optimal melalui jaringan pembeli nasional.
Johan menambahkan, kebutuhan kendaraan di Indonesia masih menunjukkan tren stabil, didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
“Permintaan tetap kuat karena kendaraan masih menjadi kebutuhan utama, baik untuk penggunaan pribadi maupun operasional usaha,” katanya.


Tidak ada komentar