

Kabareditorial.com, Makassar — Program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pisang Cavendish yang didorong oleh OJK Sulselbar mencatat hasil menggembirakan. Hingga Maret 2025, total pembiayaan mencapai Rp7,24 miliar kepada 77 petani dengan total 73,5 hektare lahan di enam kabupaten di Sulawesi Selatan dan Barat.
Kepala OJK Sulselbar, Mochammad Muchlasin, menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang menitikberatkan pada komoditas unggulan.
“Budidaya Pisang Cavendish menjadi salah satu prioritas pengembangan ekonomi daerah yang kami kawal melalui akses pembiayaan formal,” ujarnya.
Enam wilayah penerima manfaat adalah Kabupaten Bone, Pangkep, Pinrang, Maros, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu. Rata-rata pembiayaan berkisar Rp100 juta per petani, dengan luas lahan antara 4–36 hektare.
Muchlasin menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, dan petani menjadi kunci keberlanjutan program ini.
“Kami ingin pembiayaan komoditas unggulan daerah tidak hanya tumbuh, tetapi juga berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Selain memperkuat sektor pertanian, program KUR Pisang Cavendish juga membuka peluang ekspor karena produk ini memiliki pasar internasional yang besar, terutama ke Jepang dan Tiongkok.
OJK akan terus memperluas cakupan program PED agar mencakup komoditas potensial lain seperti kakao, jagung, dan rumput laut.
“Kami ingin mendorong sektor riil di daerah agar tumbuh bersama sektor keuangan. Sinergi ini menjadi kunci ekonomi yang tangguh dan inklusif,” tutup Muchlasin.


Tidak ada komentar