Kalla Institute Masuk Lima Besar KRISAN Fellowship, Perkuat Ekosistem Kampus Inklusif

Mardianto
22 Sep 2026 21:27
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Kalla Institute kembali mencatatkan prestasi dengan terpilih sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik dalam Program KRISAN Fellowship.

Pencapaian tersebut diraih melalui keterlibatan dua dosen Kalla Institute, Syarief Dienan Yahya dan Muhammad Fachrul Salam, dalam program yang mendorong penguatan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas.

Kalla Institute berhasil masuk lima besar setelah melalui proses seleksi yang diikuti lebih dari 109 perguruan tinggi di Indonesia. Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen Kalla Institute dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif, setara dan responsif terhadap kebutuhan setiap peserta didik.

Pendidikan inklusif tidak hanya menyangkut penyediaan akses belajar yang setara. Lebih dari itu, perguruan tinggi dituntut mampu menciptakan lingkungan yang menghargai keberagaman, memahami kebutuhan setiap individu dan memberikan ruang bagi seluruh mahasiswa untuk berkembang.

Dosen Kalla Institute, Syarief Dienan Yahya, mengatakan KRISAN Fellowship menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai penerapan prinsip inklusivitas di lingkungan pendidikan tinggi.

“KRISAN Fellowship memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar dan memahami bagaimana pendidikan dapat hadir secara lebih inklusif. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui program ini diharapkan dapat diterapkan di Kalla Institute sehingga lingkungan kampus semakin terbuka dan mampu memberikan kesempatan yang setara bagi setiap individu,” ujar Syarief.

Hal senada disampaikan Muhammad Fachrul Salam. Menurutnya, pendidikan inklusif membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh unsur perguruan tinggi agar dapat menjadi bagian dari ekosistem dan budaya kampus.

“Pendidikan inklusif bukan hanya tentang menyediakan akses, tetapi juga membangun lingkungan yang memahami dan menghargai setiap perbedaan. Melalui KRISAN Fellowship, kami memperoleh perspektif baru yang menjadi bekal untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang lebih ramah dan setara,” kata Fachrul.

Keikutsertaan dalam KRISAN Fellowship menjadi momentum bagi Kalla Institute untuk memperkuat kapasitas dalam mengembangkan pendidikan inklusif.

Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam pengembangan proses pembelajaran, aktivitas akademik, fasilitas serta lingkungan kampus yang semakin responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.

Kalla Institute memandang pendidikan berkualitas tidak hanya diukur dari capaian akademik maupun kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.

Kualitas pendidikan juga tercermin dari kemampuan institusi menyediakan ruang belajar yang aman, nyaman, terbuka dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa.

Ke depan, Kalla Institute akan terus membuka ruang kolaborasi dan mengembangkan berbagai inisiatif yang mendukung pendidikan inklusif. Keterlibatan dalam KRISAN Fellowship diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun lingkungan akademik yang adaptif, setara dan inklusif.

Pencapaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen Kalla Institute dalam menghadirkan pendidikan yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. Melalui peran dosen dan seluruh sivitas akademika, Kalla Institute terus mendorong pengalaman pendidikan yang tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga menanamkan nilai keberagaman, kesetaraan dan kepedulian terhadap sesama.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x