

Kabareditorial.com, Makassar — Indonesia menempati peringkat keempat dalam Global Islamic Economy Indicator berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report 2025/2026. Capaian ini memperlihatkan daya saing Indonesia dalam mengembangkan berbagai sektor ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, menyebut posisi Indonesia tersebut sebagai capaian yang membanggakan.
“Kalau kita melihat di kancah global, ini juga membanggakan bahwa Indonesia menempati posisi keempat berdasarkan Global Islamic Economy Indicator,” kata Friderica saat penutupan SYAFIF 2026 di Trans Studio Mall Makassar.
Berdasarkan data dalam slide presentasi OJK, Indonesia memiliki posisi kuat pada enam sektor ekonomi Islam. Modest fashion menempati peringkat pertama, halal food dan media and recreation berada di peringkat ketiga.
Sementara itu, sektor pharma and cosmetics berada di peringkat keempat, muslim-friendly travel peringkat keenam, serta Islamic finance peringkat ketujuh.
Capaian tersebut menunjukkan potensi ekonomi Islam Indonesia tidak hanya bertumpu pada sektor keuangan, tetapi juga mencakup industri fesyen, makanan halal, pariwisata, hingga farmasi dan kosmetik.
Friderica mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengembangkan potensi tersebut.
Menurutnya, kekuatan pasar domestik harus dimanfaatkan untuk memperluas daya saing produk Indonesia di tingkat internasional.
Pengembangan industri halal dan keuangan syariah diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi Islam global.


You cannot copy content of this page
Tidak ada komentar