

Kabareditorial.com, Makassar — Calon guru dituntut tak sekadar mampu menyampaikan materi, tetapi juga menghadirkan proses belajar yang interaktif, kreatif dan relevan dengan perkembangan teknologi. Semangat inilah yang mendorong mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru PGSD Universitas Bosowa menggelar Workshop Transformasi Pembelajaran Digital.
Kegiatan yang digelar Kelompok A tersebut mengangkat tema “Optimalisasi Smart Teacher Generator dan Educaplay dalam Mewujudkan Pembelajaran Interaktif, Efektif, dan Bermakna”. Workshop berlangsung di Aula Aksa Mahmud, Gedung 2 Lantai 9 Universitas Bosowa, Makassar, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Projek Kepemimpinan Program PPG dan menyasar mahasiswa PGSD semester 5. Workshop dirancang untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menyusun perangkat pembelajaran sekaligus menciptakan aktivitas belajar yang lebih interaktif.
Gagasan tersebut berangkat dari kebutuhan mahasiswa yang masih membutuhkan penguatan keterampilan praktis dalam menggunakan berbagai platform digital pembelajaran, termasuk Smart Teacher Generator dan Educaplay.
Melalui workshop ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai teknologi pendidikan, tetapi juga langsung mengikuti sesi praktik dan pendampingan. Smart Teacher Generator diperkenalkan sebagai alat bantu dalam menyusun perangkat pembelajaran, sementara Educaplay dimanfaatkan untuk menciptakan aktivitas belajar berbasis permainan edukatif.
Ketua Pelaksana, Andi Sukma, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang dengan pendekatan praktik agar peserta menghasilkan produk yang dapat langsung digunakan ketika berada di sekolah.
“Kami ingin peserta pulang bukan hanya dengan materi, tetapi dengan produk nyata: minimal satu perangkat pembelajaran dari Smart Teacher Generator dan satu aktivitas interaktif dari Educaplay yang bisa langsung mereka bawa ke kelas saat PLP,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dikemas dalam tujuh sesi, mulai dari pengenalan platform, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, pembuatan aktivitas interaktif, integrasi ke dalam skenario pembelajaran, presentasi hasil karya hingga refleksi dan penutupan.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik. Mereka aktif mencoba berbagai fitur, berdiskusi, mengembangkan produk, hingga mempresentasikan hasil karya di hadapan peserta lainnya.
Setiap peserta ditargetkan menghasilkan sedikitnya satu perangkat pembelajaran dan satu aktivitas interaktif. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan, observasi selama praktik, serta wawancara singkat dengan sejumlah peserta.
Ketua panitia menilai pendekatan tersebut penting agar keberhasilan workshop tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir, tetapi dari kemampuan peserta menghasilkan karya yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan Program Studi PGSD Universitas Bosowa di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Projek Kepemimpinan, Abdurrachman Rahim, S.Pd., M.Sc., serta surat dukungan dari Koordinator PPG, Ulfah Syam, S.S., M.Pd.
Peserta yang mengikuti kegiatan hingga selesai juga mendapatkan modul pelatihan digital dan sertifikat.
Tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, panitia menyiapkan program keberlanjutan melalui pembentukan komunitas digital alumni peserta. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang berbagi praktik baik sekaligus pengembangan produk pembelajaran digital.
Modul dan hasil karya peserta juga akan dihimpun melalui Google Drive Program Studi PGSD. Peserta didorong untuk menerapkan kembali perangkat dan aktivitas pembelajaran yang telah dibuat saat melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah mitra.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PPG PGSD Universitas Bosowa didorong untuk melihat teknologi bukan sekadar alat bantu mengajar, melainkan sarana menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kreatif dan bermakna.


Tidak ada komentar