

Kabareditorial.com, Makassar — Naik ke atas panggung dengan membawa kemampuan, persiapan, dan tentu saja sedikit rasa gugup, St. Safira Salsabilla berhasil membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba dapat membuka jalan menuju sebuah pencapaian.
Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Bosowa (Unibos) angkatan 2026 tersebut berhasil meraih Juara 3 Kategori Putri pada ajang Bintang Radio 2026 Satker Makassar.
Pencapaian ini menjadi pengalaman pertama Safira mengikuti ajang Bintang Radio. Di tengah ketatnya persaingan dan hadirnya para kontestan dengan kemampuan yang sama-sama kuat, Safira justru berhasil menembus tiga besar pada percobaan pertamanya.
Bagi Safira, hasil tersebut menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan, terlebih karena sebelum pengumuman ia sempat merasa kurang percaya diri ketika melihat kemampuan para peserta lainnya.
“Alhamdulillah, pada seleksi tingkat Satker Makassar saya bisa meraih peringkat tiga kategori putri. Yang paling berkesan karena sejujurnya saya sudah berpasrah diri dengan hasilnya. Saya sempat merasa minder dengan kontestan lain yang sama-sama luar biasa,” ujar Safira. Namun, rasa ragu tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan yang membuat pencapaiannya terasa semakin berarti.
“Bisa keluar sebagai peringkat tiga dalam satu kali percobaan menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Apalagi Bintang Radio merupakan salah satu ajang bergengsi di Makassar bahkan nasional, dengan proses seleksi yang cukup ketat. Alhamdulillah saya bisa melewati semuanya,” lanjutnya. Di balik penampilannya di atas panggung, Safira menjalani proses persiapan selama kurang lebih satu bulan, mulai dari tahap audisi hingga grand final.
Jarak antar tahapan kompetisi yang relatif berdekatan membuat Safira harus memanfaatkan waktu dengan baik. Persiapan dilakukan secara intensif, baik secara mandiri di rumah maupun melalui latihan bersama peserta lainnya.
“Persiapannya kurang lebih sebulan, mulai dari tahap audisi pertama sampai grand final. Jarak antar babak cukup mepet, jadi semuanya harus dipersiapkan dalam waktu kurang lebih satu bulan. Bisa dibilang cukup challenging,” ungkapnya.
Selain latihan vokal, Safira juga memberikan perhatian terhadap kondisi fisik. Menjaga pola tidur, pola makan, berolahraga, serta memastikan kondisi tubuh tetap fit menjadi bagian dari persiapannya menghadapi kompetisi.
Bagi Safira, persiapan yang matang bukan hanya tentang berlatih menjelang tampil, tetapi juga menjaga kondisi tubuh agar dapat memberikan penampilan terbaik ketika berada di atas panggung.
Dalam perjalanan tersebut, dukungan orang-orang terdekat menjadi salah satu faktor yang membantu Safira tetap optimistis.
Ia menyebut keluarga besar, khususnya sang ibu, sebagai sosok yang memiliki peran besar dalam perjalanan kompetisinya. Dukungan juga datang dari kakak-kakaknya serta orang-orang di sekitarnya yang ikut membantu memastikan berbagai persiapan berjalan dengan baik.
“Sosok yang paling berperan penting pastinya keluarga besar saya, terutama ibu yang selalu menjadi number one support untuk saya. Kakak-kakak saya juga selalu membantu dan memberikan support dalam berbagai hal, termasuk memotivasi saya untuk tetap optimis mengikuti lomba,” tutur Safira.
Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi Safira untuk tetap menjalani setiap tahapan kompetisi dengan percaya diri.
Keikutsertaan Safira dalam Bintang Radio 2026 tidak semata-mata didorong oleh keinginan untuk meraih gelar juara. Sebagai ajang yang memiliki reputasi dan antusiasme tinggi di Makassar, kompetisi tersebut menjadi kesempatan baginya untuk menambah pengalaman sekaligus memperluas relasi.
“Saya tertarik mengikuti Bintang Radio karena ini salah satu ajang yang bergengsi di Indonesia, khususnya di Makassar, dan antusiasmenya sangat luar biasa. Selain dorongan dari orang-orang sekitar, secara pribadi saya ingin menambah relasi dan yang paling penting mendapatkan pengalaman,” jelasnya.
Pengalaman tersebut menjadi bekal baru bagi Safira untuk terus mengembangkan potensinya di bidang tarik suara.
Kini, setelah menyelesaikan satu kompetisi dan membawa pulang posisi tiga besar, Safira belum ingin berhenti. Mahasiswa Sastra Inggris Unibos tersebut masih memiliki target untuk mengikuti berbagai ajang lainnya, khususnya yang berkaitan dengan dunia tarik suara.
“Untuk langkah selanjutnya, saya masih ingin meraih prestasi lainnya, khususnya di bidang tarik suara. Saya ingin terus membanggakan orang tua dan sekarang sudah menjadi mahasiswa Unibos. Semoga saya juga bisa membuat Unibos bangga,” tutup Safira.
Dari satu panggung di Makassar, Safira telah menemukan pengalaman baru. Juara 3 menjadi pencapaian hari ini, tetapi keberanian untuk terus mencoba adalah modal untuk panggung-panggung berikutnya.
Dengan semangat untuk terus berlatih, memperluas pengalaman, dan mengasah kemampuan, perjalanan Safira di dunia tarik suara masih panjang. Dan barangkali, ini baru satu nada pembuka dari lagu panjang bernama prestasi.


Tidak ada komentar