DP2 Makassar Temukan Ratusan Hewan Kurban Tak Layak, Pengawasan Diperketat Demi Jaminan Keamanan Pangan

Mardianto
2 Jun 2026 20:23
3 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar menemukan ratusan hewan kurban yang tidak memenuhi syarat kelayakan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Temuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, aman, dan sesuai syariat.

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Auliah Arsyad, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan ante mortem atau pemeriksaan sebelum penyembelihan terhadap ribuan hewan kurban yang dijual di berbagai lokasi di Kota Makassar.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan tim kesehatan hewan, terdapat 717 ekor hewan yang dinyatakan tidak layak untuk dijadikan hewan kurban. Penyebabnya beragam, mulai dari faktor usia yang belum memenuhi syarat, cacat fisik, hingga indikasi gangguan kesehatan tertentu,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Menurut Auliah, pemeriksaan ante mortem dilakukan di 77 titik penjualan hewan kurban yang tersebar di berbagai wilayah Kota Makassar. Dari total 4.123 ekor hewan yang diperiksa, terdiri atas 3.294 ekor sapi, 826 ekor kambing, dan tujuh ekor domba.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.406 ekor dinyatakan memenuhi syarat dan layak untuk dikurbankan, sementara 717 ekor lainnya tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa hewan yang tidak lolos pemeriksaan tidak diperkenankan diperjualbelikan sebagai hewan kurban hingga memenuhi standar kesehatan dan kelayakan yang ditetapkan.

“Langkah ini dilakukan untuk melindungi masyarakat sekaligus memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan sesuai syariat dan ketentuan kesehatan hewan,” katanya.

Selain pemeriksaan sebelum penyembelihan, DP2 Makassar juga melakukan pemeriksaan post mortem atau pemeriksaan setelah pemotongan hewan kurban. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan daging dan organ hewan yang akan didistribusikan kepada masyarakat aman untuk dikonsumsi.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 5.011 ekor hewan kurban telah menjalani pemeriksaan post mortem di 585 lokasi pemotongan yang tersebar di Kota Makassar. Jumlah tersebut terdiri atas 4.831 ekor sapi dan 360 ekor kambing.

Auliah menjelaskan, tim dokter hewan dan paramedik veteriner diterjunkan langsung ke lokasi penyembelihan untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kondisi organ dalam hewan kurban, termasuk hati, paru-paru, limpa, dan organ lainnya yang berpotensi terpapar penyakit.

“Kami ingin memastikan daging yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Karena itu pengawasan dilakukan mulai dari lokasi penjualan hingga proses penyembelihan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kerja sama para pedagang hewan kurban, panitia pelaksana kurban, pengurus masjid, serta masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan pengawasan kesehatan hewan selama Iduladha tahun ini.

Menurutnya, tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan hewan kurban menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan pangan asal hewan dan mencegah potensi penyebaran penyakit.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pemeriksaan berjalan lancar. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas hewan kurban sekaligus melindungi kesehatan masyarakat yang menerima dan mengonsumsi daging kurban,” tutup Auliah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x

You cannot copy content of this page