BYD Hadirkan Teknologi Dual Mode di Indonesia, Jawab Kebutuhan Mobilitas Fleksibel dan Efisien

Mardianto
20 Mei 2026 10:57
4 menit membaca

Kabareditorial.com, Jakarta — BYD resmi menghadirkan teknologi Dual Mode (DM) di Indonesia sebagai langkah baru dalam mendukung transformasi kendaraan energi baru atau New Energy Vehicles (NEV) di Tanah Air. Teknologi tersebut diperkenalkan di Jakarta pada 18 Mei 2026.

Kehadiran teknologi Dual Mode menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan yang lebih fleksibel, efisien, dan tetap nyaman digunakan untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

Seiring meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan dan efisiensi energi, tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus mengalami pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data GAIKINDO, pangsa pasar kendaraan listrik nasional meningkat dari kurang dari satu persen pada 2022 menjadi sekitar 20 persen pada kuartal pertama 2026 untuk pasar kendaraan penumpang.

Meski demikian, kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan yang mampu beradaptasi dengan kondisi geografis Indonesia yang luas serta infrastruktur pengisian daya yang masih berkembang tetap menjadi pertimbangan utama.

Menjawab kebutuhan tersebut, BYD menghadirkan teknologi Dual Mode yang menggabungkan kendaraan listrik dan sistem hybrid dalam satu platform penggerak dengan pendekatan electric-first, di mana motor listrik menjadi sumber tenaga utama kendaraan.

Vice President of BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager of BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengatakan teknologi Dual Mode dirancang untuk menghadirkan solusi mobilitas yang lebih fleksibel dan mudah diakses masyarakat.

“Industri otomotif global saat ini tengah memasuki fase transformasi besar menuju era New Energy Vehicles (NEV). Di tengah perubahan struktur energi global, tantangan lingkungan, serta kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang, BYD percaya bahwa teknologi yang benar-benar bernilai tidak hanya hadir sebagai inovasi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, melalui teknologi Dual Mode, BYD ingin menghadirkan solusi transisi energi yang efisien, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Teknologi Dual Mode pertama kali diperkenalkan BYD secara global pada 2008 melalui generasi DM 1.0 dan kini telah berkembang hingga generasi terbaru DM 5.0 yang diperkenalkan pada 2024.

BYD mencatat lebih dari 7 juta unit kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) telah terjual secara global. Hingga saat ini, kendaraan energi baru BYD telah dipasarkan di lebih dari 121 negara dan wilayah dengan total penjualan global melampaui 16 juta unit.

Pada 2025, BYD juga mencatat penjualan lebih dari 4,6 juta unit kendaraan energi baru secara global dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemimpin pasar kendaraan listrik dan plug-in hybrid dunia.

Di Indonesia, BYD dan DENZA disebut berhasil mencatat penjualan hampir 20 ribu unit hingga April 2026 atau tumbuh sekitar 53 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan teknologi Dual Mode menjadi bagian dari strategi BYD untuk memperluas adopsi kendaraan energi baru di Indonesia.

“Melihat kembali perjalanan di tahun 2024, BYD mengambil peran terdepan dalam mencatatkan sejarah baru perkembangan NEV di Indonesia melalui perluasan pasar kendaraan listrik dan peningkatan penerimaan masyarakat terhadap kendaraan energi baru secara lebih masif. Hari ini, kami membawa semangat yang sama melalui teknologi Dual Mode untuk kembali membuka babak baru pasar NEV di Indonesia,” katanya.

Menurut Eagle Zhao, teknologi DM dirancang untuk menjembatani kebutuhan masyarakat antara efisiensi kendaraan listrik dan fleksibilitas kendaraan konvensional, terutama untuk perjalanan jarak jauh dan penggunaan harian.

Dalam pengembangannya, BYD menghadirkan beberapa varian teknologi DM, yakni DM-i yang berfokus pada efisiensi dan kenyamanan berkendara, DM-p untuk performa tinggi, serta DMO yang dirancang untuk kebutuhan off-road dan medan berat.

Teknologi Dual Mode BYD diklaim mampu menghadirkan jarak tempuh lebih dari 1.800 kilometer dalam kombinasi penggunaan listrik dan bahan bakar penuh, dengan konsumsi bahan bakar mencapai 65 kilometer per liter.

BYD juga memperkenalkan filosofi “DM G.A.S.S.” sebagai karakter utama teknologi tersebut, yakni Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit.

Karakter Gesit diwujudkan melalui respons tenaga instan dan halus, sementara Andal menggambarkan kemampuan sistem beradaptasi pada berbagai kondisi perjalanan. Senyap menghadirkan kenyamanan kabin khas kendaraan listrik dengan minim getaran dan suara, sedangkan Super Irit menekankan efisiensi energi serta biaya penggunaan kendaraan yang lebih rendah.

Melalui teknologi Dual Mode, BYD menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi kendaraan energi baru yang lebih relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia sekaligus mendukung percepatan transformasi menuju masa depan transportasi berkelanjutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x