

Kabareditorial.com, Makassar — Saham dinilai sebagai salah satu instrumen investasi paling menarik pada 2025, terutama di tengah tren positif pasar modal nasional.
Direktur Pengawasan Emiten, Pasar Modal, dan Lembaga Manajemen Investasi (PEPK & LMSt) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Arif Machfoed, menyebutkan bahwa minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal terus meningkat, seiring membaiknya kinerja emiten dan stabilnya kondisi perekonomian.
“Saham menawarkan potensi keuntungan yang tinggi dibandingkan instrumen investasi lainnya, tentu dengan risiko yang sepadan. Tahun ini, sektor-sektor seperti komoditas, perbankan, dan teknologi menjadi primadona di mata investor,” ujar Arif di Makassar, Jumat(15/8/2025).
Menurutnya, data menunjukkan pertumbuhan jumlah investor pasar modal di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terus meningkat signifikan dalam tiga tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari kemudahan akses pembukaan rekening efek secara digital, edukasi yang masif, dan pemahaman masyarakat yang semakin baik tentang investasi.
Arif menambahkan bahwa meskipun peluangnya besar, investor tetap perlu menerapkan strategi yang bijak.
“Investasi saham bukan sekadar ikut tren. Investor harus memahami analisis fundamental dan teknikal, serta menerapkan manajemen risiko. Edukasi menjadi kunci agar investasi yang dilakukan dapat memberikan hasil optimal,” jelasnya.
OJK sendiri, lanjut Arif, terus mendorong program literasi dan inklusi keuangan di berbagai daerah, termasuk di Sulawesi, agar masyarakat semakin melek pasar modal dan mampu memanfaatkan peluang investasi dengan cerdas.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku yang memanfaatkan peluang di pasar modal untuk meningkatkan kesejahteraan,” tutupnya.
Dengan prospek ekonomi yang positif, stabilitas politik, dan dukungan teknologi, saham diperkirakan tetap menjadi pilihan utama investor di tahun ini.


Tidak ada komentar