

Kabareditorial.com, Makassar — Universitas Muslim Indonesia (UMI) secara resmi membuka gelaran Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 di Gedung Olahraga (GOR) UMI, Kota Makassar, Kamis (22/10/2026) malam. Ajang bergengsi tingkat nasional yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 tersebut mengusung tema “Bersama Berkarya, Berdampak untuk Indonesia Berkelanjutan”.
Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi sekaligus ruang kolaborasi bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menampilkan karya inovatif dan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
Berdasarkan data penyelenggara, Abdidaya Ormawa 2026 diikuti 120 tim dari 60 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Sebanyak 2.500 orang turut terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari mahasiswa, dosen pendamping, juri, hingga panitia.
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada UMI sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.
“Hari ini tercatat 120 tim dari 60 perguruan tinggi berkumpul di Makassar. Saya tahu semuanya datang membawa karya terbaik, dan tentu saja berharap membawa penghargaan. Silakan bersaing sehebat-hebatnya, tetapi jangan lupa menikmati Makassar dan menikmati kampus Universitas Muslim Indonesia,” ujarnya.
Prof. Hambali berpesan agar peserta tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas jaringan, membangun kolaborasi, dan mempererat silaturahmi antarmahasiswa dari berbagai daerah.
“Kalau belum membawa pulang piala, paling tidak membawa pulang persahabatan, dan mudah-mudahan kenangan baik tentang Universitas Muslim Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Abdidaya Ormawa 2026 sekaligus Wakil Rektor III UMI Bidang Pembinaan Kemahasiswaan, Prestasi dan Hubungan Alumni, Prof. Kamal Hidjaz, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pengembangan kapasitas mahasiswa melalui organisasi kemahasiswaan dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, sekitar 2.500 orang terlibat dalam pelaksanaan Abdidaya Ormawa tahun ini. Para peserta membawa berbagai karya dan inovasi hasil program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan di sejumlah wilayah Indonesia.
“Alhamdulillah, UMI dipercaya menjadi tuan rumah Abdidaya Ormawa 2026 yang berlangsung dari tanggal 21 sampai 25 Oktober. Tahun ini, pelaksanaan Abdidaya Ormawa diikuti 120 tim dari 60 perguruan tinggi, dengan sekitar 2.500 orang yang terlibat,” kata Prof. Kamal.
Menurutnya, karya-karya peserta mencakup delapan bidang pemberdayaan masyarakat, yakni desa atau kelurahan wirausaha, smart farming, kelurahan sehat, desa pariwisata, desa cerdas, desa konservasi dan tangguh bencana, desa maritim, serta desa hutan.
Prof. Kamal menilai, keberagaman bidang tersebut menunjukkan besarnya potensi mahasiswa dalam menghadirkan solusi inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik wilayah masing-masing.
“UMI bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa Indonesia, tetapi juga tempat bertemunya ide-ide terbaik, ide-ide kreatif untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan Abdidaya Ormawa 2026 tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbagi pengalaman, memamerkan inovasi, dan memperluas wawasan.
Sejumlah agenda yang disiapkan meliputi pembukaan Abdidaya Ormawa 2026, expo dan pameran, penilaian poster dan video program serta presentasi finalis, seminar nasional dan sarasehan, pameran produk inovasi dan UMKM, malam penganugerahan, hingga city tour untuk mengenalkan budaya dan potensi daerah Sulawesi Selatan.
“Silakan berkompetisi dengan serius, tetapi jangan terlalu tegang. Di Abdidaya ini, kita boleh bersaing memperebutkan juara, tetapi jangan sampai kehilangan saudara. Apalagi sudah jauh-jauh datang ke Makassar, manfaatkan kesempatan ini untuk saling mengenal dan membangun persahabatan,” sambungnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI, Dr. Beny Bandanadjaja, menjelaskan bahwa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) merupakan ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berorganisasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial melalui pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, Abdidaya Ormawa menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya mahasiswa sekaligus sarana berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah dilakukan di berbagai wilayah.
“Abdidaya Ormawa menjadi ruang apresiasi atas upaya tersebut, sekaligus kesempatan untuk berbagi pengalaman dan praktik baik. Gagasan yang berhasil di suatu wilayah dapat dipelajari, disesuaikan dengan kebutuhan setempat, dan dikembangkan di daerah lain,” jelasnya.
Beny menegaskan, keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk mengelola potensi lokal dan melanjutkan program secara mandiri.
“Mahasiswa membawa ilmu dan gagasan, sementara masyarakat memiliki pengalaman, pengetahuan, serta kearifan lokal yang menentukan ketepatan solusi. Keberhasilan program terlihat ketika masyarakat semakin mampu mengelola potensi lokal dan melanjutkan inisiatif yang telah dibangun bersama,” tegasnya.
Ia berharap Abdidaya Ormawa 2026 dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, sekaligus menghasilkan evaluasi serta pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan PPK Ormawa pada masa mendatang.
Beny juga mengapresiasi UMI, tim kemahasiswaan, organisasi mahasiswa, dosen pendamping, mitra, dewan juri, dan seluruh panitia yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Melalui pelaksanaan Abdidaya Ormawa 2026, UMI diharapkan tidak hanya menjadi tuan rumah ajang kompetisi nasional, tetapi juga menjadi ruang pertemuan gagasan, penguatan jejaring antarkampus, dan pengembangan inovasi mahasiswa yang berdampak bagi masyarakat.
Dengan semangat “Bersama Berkarya, Berdampak untuk Indonesia Berkelanjutan”, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan mahasiswa yang semakin kompeten serta masyarakat yang lebih berdaya, mandiri, dan berkelanjutan.


Tidak ada komentar