

Kabareditorial.com, Makassar — Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Workshop Cyber Security selama dua hari bagi sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ketahanan infrastruktur digital di lingkungan kampus.
Workshop berlangsung pada Rabu hingga Kamis, 1–2 April 2026, di BLK-Komunitas Pesantren Matahari, Maros. Peserta kegiatan melibatkan berbagai pengelola teknologi informasi di lingkungan kampus, mulai dari tim Pustipad, pengelola jurnal ilmiah, admin website program studi, hingga pengguna sistem Lentera.
Direktur Utama BAKTI Komdigi, Fadhilah Mathar, dalam arahannya menegaskan bahwa keamanan siber tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan disiplin operasional serta budaya organisasi yang kuat.
“Keamanan bukan produk, tapi proses berkelanjutan. Tidak ada sistem yang 100 persen aman, namun risiko dapat diminimalkan dengan strategi, teknologi, dan disiplin operasional yang tepat,” ujar Fadhilah.
Ia juga menyinggung pentingnya sistem pencadangan data (backup system) sebagai langkah mitigasi risiko, merujuk pada pengalaman insiden siber yang pernah terjadi pada Pusat Data Nasional (PDNS). Menurutnya, kerugian akibat serangan siber sering kali jauh lebih besar dibandingkan investasi untuk pencegahan.
Selama sesi teknis, pemateri Dede Sukartoyo dan Karma memaparkan strategi perlindungan aset digital melalui enam pilar utama, yakni tata kelola, identifikasi aset, perlindungan melalui enkripsi dan firewall, pendeteksian dini, respons terhadap serangan, serta pemulihan sistem.
Dede Sukartoyo mengingatkan peserta agar memahami substansi keamanan siber, bukan sekadar menghafal istilah teknis.
“Pahami fungsinya. Keamanan siber bukan soal menghafal kamus, tapi soal menjaga aset agar tetap aman,” jelasnya.
Dalam workshop tersebut, peserta juga diajak memahami berbagai potensi ancaman siber yang nyata, seperti munculnya domain palsu yang menyerupai situs resmi UIN Alauddin serta praktik phishing yang kerap menargetkan akun dosen dan mahasiswa.
Sebagai tindak lanjut, pihak UIN Alauddin Makassar melalui pengelola teknologi informasi menyampaikan keinginan untuk memperkuat kemitraan dengan BAKTI Komdigi agar pendampingan keamanan siber dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Fadhilah Mathar juga meminta tim teknis BAKTI untuk terus mendampingi proses penguatan sistem digital di kampus.
“Saya minta Mas Dede dan tim benar-benar memperhatikan sampai seluruh sistem jaringan dan penggunaannya aman untuk mendukung aktivitas di kampus,” katanya.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi praktik pengujian celah keamanan serta simulasi pemulihan basis data. Melalui workshop tersebut, diharapkan kesadaran dan kemampuan teknis pengelola sistem digital di UIN Alauddin Makassar semakin meningkat dalam menghadapi berbagai potensi serangan siber.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memastikan layanan digital kampus, termasuk sistem repositori dan jurnal ilmiah, dapat beroperasi secara lebih aman dan stabil guna mendukung kelancaran aktivitas akademik.


Tidak ada komentar