Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham Rp4 Triliun, Sisa Dana Lebih dari Rp3 Triliun

Mardianto
21 Okt 2026 01:34
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Jakarta — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyiapkan langkah untuk mempercepat pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp4 triliun. Hingga 19 Oktober 2026, sisa alokasi dana program tersebut masih lebih dari Rp3 triliun.

Program buyback ini sebelumnya telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 8 Juni 2026. Pelaksanaannya berlangsung selama 12 bulan, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

Rencana percepatan tersebut menjadi bagian dari strategi Telkom dalam mengelola alokasi modal sekaligus mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Dalam pelaksanaannya, Telkom mempertimbangkan kondisi pasar, posisi kas perusahaan, serta kebutuhan operasional dan investasi. Langkah ini dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, mengatakan evaluasi program buyback dilakukan dengan mengedepankan disiplin alokasi modal. Menurutnya, keputusan tersebut juga mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis dan prospek jangka panjang perusahaan.

“Kami meyakini Telkom memiliki fundamental bisnis yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Pelaksanaan buyback merupakan salah satu wujud keyakinan kami terhadap nilai Perseroan, seiring transformasi TelkomGroup melalui strategi TLKM 30 yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan,” ujar Nanang.

Gunakan Kas Internal Perusahaan

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Angelo, menjelaskan bahwa pelaksanaan buyback akan tetap memperhatikan kemampuan arus kas dan prioritas penggunaan modal perusahaan.

Ia menegaskan, program tersebut didanai menggunakan kas internal Telkom. Karena itu, keputusan pembelian saham akan mempertimbangkan kebutuhan likuiditas dan fleksibilitas keuangan perusahaan.

“Pelaksanaan buyback merupakan bagian dari keputusan alokasi modal yang kami pertimbangkan secara disiplin, dengan melihat fundamental Perseroan dan prospek bisnis ke depan. Kami memastikan setiap keputusan penggunaan modal tetap sejalan dengan prioritas strategis TelkomGroup, sekaligus menjaga kesehatan keuangan Perseroan agar mampu mendukung pertumbuhan secara berkelanjutan,” kata Angelo.

Selain program buyback, Telkom juga melanjutkan transformasi bisnis menuju Strategic Holding dengan model Holding Company–Operating Company (HoldCo–OpCo).

Transformasi tersebut berjalan beriringan dengan penataan portofolio dan peningkatan efisiensi untuk memperkuat kinerja operasional. Telkom juga mengarahkan langkah ini untuk memperkuat margin EBITDA dan menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Melalui kombinasi strategi alokasi modal, penataan portofolio, dan efisiensi operasional, Telkom menargetkan peningkatan nilai perusahaan dalam jangka panjang sekaligus menjaga kesehatan keuangan untuk mendukung kebutuhan bisnis dan investasi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x