Pemkot akan Buat Dua Urban Farming, Estimasi Anggaran Rp8 M

Mardianto
23 Okt 2025 10:18
2 menit membaca

Kabareditorial.com, Makassar — Pemkot Makassar akan membuat urban farming yang menjadi pilot project di dua lokasi, yakni di Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate dan Kelurahan Sudiang Kecamatan Biringkanaya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) Makassar, Aulia Arsyad, usai mengikuti Rapat Koordinasi Urban Farming dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Rabu (22/10) menjelaskan, urban farming yang akan dibuat nanti akan terintegrasi mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, hingga pengelolaan sampahnya.

Ada beberapa OPD yang akan terlibat dalam pengelolaan urban farming itu nantinya. Yakni DP2 sebagai leading sektor, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk pengelolaan sampah, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) yang akan membangun cold storage atau tempat penyimpanan hasil panen, Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk infrastruktur jalan dan drainase, dan Dinas Perhubungan terkait instalasi listriknya.

“Akan segera dibuatkan SK Wali Kota terkait keterlibatan lima OPD. Jadi Dinas PU diminta untuk menuar jalan dan drainase. Pak Wali ingin jalannya beton berpori. Jadi kalau hujan, air langsung meresap. Sementara untuk listrik, Pak Wali ingin pakai panel surya,” kata Aulia.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar itu melanjutkan, Urban Farming ini akan direalisasikan pada tahun 2026 mendatang.

Saat ini, Pemkot Makassar tengah melakukan perhitungan terkait kebutuhan anggarannya.

Namun dia mengestimasi kebutuhannya berada di kisaran Rp4 miliaran.

Urban Farming ini nantinya akan menjadi tempat riset dan penelitian untuk mengembangkan benih-benih berkualitas super.

Juga bisa menjadi sarana edukasi dan wisata bagi warga dan anak sekolah.

“Nanti kami akan merekrut lulusan-lulusan pertanian,
perikanan, maupun peternakan untuk mengembangkan benih-benih baru. Jadi nanti mereka didukung oleh petugas demplot,” tambahnya.

Dia berharap semoga mereka yang berkunjung ke urban farming bisa memperoleh ilmunya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta Kepala DP2 bersama tim bisa memastikan proses penganggarannya supaya bisa lebih maksimal.

“Kalau terkait konsep desain dan lay out, sudah oke. Yang jelas, saya mau orang masuk kayak apa ya, kayak kita masuk di museum. Orang masuk, putar, lihat semuanya, baru keluar,” jelas lelaki yang akrab disapa Appi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x